Kapolda Metro Minta Personel Pengaman Aksi Unjuk Rasa Bersikap Lembut: Anggap Mahasiswa Anak Sendiri
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Foto: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta seluruh jajarannya menggunakan cara lembut dalam skema pengamanan aksi unjuk rasa 11 April. Sehingga, tindakan mengemukakan pendapat itu dapat berakhir damai.

"Mahasiswa ini kita jaga, seperti menjaga anak kita yang sedang bermain, kita jaga dengan penuh kasih sayang, kita jaga dengan penuh kelembutan," ujar Irjen Fadil kepada wartawan, Senin, 11 April.

Ribuan personel yang disiagakan dalam skema pengamanan itupun diperintahkan untuk menghargai pendemo. Caranya, dengan tidak melakukan kekerasan dalam hal apapun.

Bahkan, seluruh anggotanya diminta menganggap massa aksi yang merupakan mahasiswa itu sebagai anak. Sehingga, timbul kepercayaan antara pendemo dan massa aksi.

Dengan melakukan hal-hal itu, kata Fadil, secara otomatis kericuhan dan lainnya yang menjadi kehawatiran tak akan terjadi.

"Mari kita membangun relasi yang saling menghargai yang saling menyayangi antara kita dengan adik-adik mahasiswa anggap saja mereka sebagai anak kita sendiri," kata Fadil.

Sekadar informasi, 5.626 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan dalam skema pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa.

Sedianya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM SI) bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR-MPR RI pada Senin, 11 April. Aksi itu menuntut ketidakadilan hingga meminta kejelasan soal isu penundaan Pemilu.