Di Depan Gibran, Ketum PAN Tegas Bilang: Usulan Penundaan Pemilu 2024 Urusan Partai, Jangan Salahkan Jokowi
Ketum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas. (Antara)

Bagikan:

SOLO - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas menyambangi Wali Kota (Walkot) Solo Gibran Rakabuming. Keduanya bertemu di rumah dinas walkot di Loji Gandrung Solo, Senin 28 Maret pagi.

Setelah pertemuan, Zulhas mengatakan tentang wacana Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ditunda murni urusan partai politik. Gagasan itu tidak akan bergulir apabila mayoritas parlemen menolaknya.

"Itu (wacana pemilu ditunda) kan urusan partai-partai, yang setuju itu saya, PKB, Golkar, banyak yang belum setuju, kalau yang setuju belum banyak, kita engga bisa jalan, tapi kalau setuju semua baru mungkin," kata Zulhas seperti dikutip dari akun YouTube Berita Surakarta, Senin 28 Maret.

Zulhas lantas meminta agar nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dikaitkan dengan wacana Pemilu 2024 ditunda. Presiden Jokowi, kata dia, tidak pernah menyuarakan gagasan yang muncul dari parpol itu.

"Itu kan urusan partai-partai, bukan urusan Presiden, jadi tolong jagan salah-salahkan Pak Presiden," ujarnya.

Saat ditanya tentang masuknya PAN ke dalam pemerintahan menyusul isu perombakan kabinet, Zulhas tidak menampiknya. Dia bilang, keputusan menempatkan kader PAN di kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.

"Itu urusan Pak Presiden, saya kan Ketua MPR, jadi ngerti ini hak prerogatif Presiden, kita engga boleh ikut campur," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga meminta seluruh kader PAN di Indonesia membantu pemerintah. Di tengah masa transisi pandemi menuju endemi, pemulihan sedang berlangsung sehingga kerja sama sangat dibutuhkan pemerintah.

"Kadang-kadang marah-marah di media, nyinyir itu tidak menyelesaikan masalah, lebih bagus, begini silaturahim, kita sampaikan pikiran-pikiran kita itu akan banyak bermanfaat. Dan kalau pemerintahnya berhasil kan yang senang rakyat," tandasnya.