Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memaklumi keputusan pemerintah pusat yang mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.

Menurut Riza keputusan ini telah diambil dengan pertimbangan yang matang. Sebab, ketika HET minyak goreng kemasan ditetapkan, ternyata pasokan di pasaran menjadi semakin langka.

"Memang tidak mudah suasana seperti sekarang. Satu sisi kita ingin memastikan ketersediaan minyak goreng. Di sisi lain, harganya tidak mudah diatur sepihak," tutur Riza di Balai Kota DKI, Kamis, 17 Maret.

Dengan demikian, lanjut Riza, pemerintah pun merasa juga harus melihat ketersediaan pasokan kemampuang pengusaha dan daya beli masyarakat.

Karena itulah harga minyak goreng kemasan diserahkan kepada mekanisme pasar. Di sisi lain, pemerintah mulai melakukan subsidi untuk penyediaan minyak goreng curah.

"Yang paling penting kepentingan masyarakat kecil yaitu minyak goreng curah itu tersedia dan harganya terjangkau," ucap Riza.

"Kalau minyak goreng kemasan memang itu harus diserahkan ke mekanisme pasar. Itu tugas pemerintah membantu agar harganya bisa tetap terjangkau, sekalipun tidak dipatok harga seperti minyak curah," lanjutnya.

- https://voi.id/berita/146461/menkes-budi-sadikin-sebut-pandemi-dan-endemi-sama-saja-hanya-beda-nama

- https://voi.id/berita/146372/banjir-minyak-goreng-setelah-het-dicabut-dpr-wanti-wanti-pemerintah-awasi-permainan-konglomerat-sawit

- https://voi.id/berita/146473/datangi-bareskrim-gegara-dikasih-doni-salmanan-tas-dior-atta-halilintar-belum-pernah-dipakai-masih-ada-merek

[/see_also]

Diketahui, harga eceran tertinggi minyak goreng terbaru usai HET subsidi minyak goreng kemasan dicabut, berlaku mulai Rabu 16 Maret. Sebelumnya, pemerintah bertemu dengan produsen minyak goreng. Pun dalam pertemuan tersebut, diputuskan beberapa kebijakan yang diambil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kini harga minyak goreng seperti kemasan sederhana dan premium dapat menyesuaikan dengan nilai keekonomian.

Hal tersebut dilakukan usai subsidi minyak goreng kemasan dicabut oleh pemerintah. Hal itu dilakukan untuk membuat minyak goreng mudah ditemui di pasar modern dan tradisional.

"Untuk itu bapak Kepala Polri akan menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan," ujar Airlangga, Rabu, 16 Maret.

Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa Pemerintah akan menyalurkan subsidi untuk minyak goreng curah sehingga harganya menjadi Rp14 ribu per liter.

"Pemerintah memutuskan bahwa akan mensubsidi minyak kelapa sawit curah sebesar Rp14 ribu per liter dan subsidi akan diberikan berbasis kepada dana dari BPDP-KS," jelas Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa subsidi terhadap minyak goreng curah diberikan karena mempertimbangkan situasi dan keadaan terkini terkait distribusi minyak goreng saat ini.

"Pemerintah memperhatikan situasi penyaluran dan keadaan dari pada distribusi minyak goreng dan memperhatikan situasi dan kondisi global yang harganya naik termasuk minyak nabati dan di dalamnya termasuk minyak kelapa sawit," ucapnya.