Kronologi Rinaldi Dibunuh hingga Dimutilasi 11 Bagian
Tersangka pembunuh dan pemutilasi Rinaldi (Foto Rizky Adytia/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Pasangan kekasih Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajar ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memaparkan awalnya Rinaldi Harley Wismanu berkomunikasi dengan Laeli melalui apalikasi pesan singkat Tinder pada 5 September. Dalam percapakan itu mereka sepakat untuk bertemu di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 9 September.

"Korban dengan saudara LAS (tersangka perempuan) memang sudah lama saling mengenal. Mereka kenal lewat chatting aplikasi Tinder dan mereka kemudian beberapa kali ketemu dan korban minta nomor WA dan keduanya sering chatting di WA," kata Nana kepada wartawan, Kamis, 17 September.

Saat bertemu di apartemen, mereka berbincang-bincang. Bahkan disebut polisi keduanya sempat berhubungan badan. Tapi saat itu Djumadil langsung menghantam kepada Renaldi dengan batu bata sebanyak tiga kali.

"Rupanya DAF sudah mendahului masuk. Dan DAF sembunyi di kamar mandi," kata dia.

Tak hanya itu, Djumadil juga menikam Rinaldi dengan pisau sebanyak tujuh kali. Hingga akhirnya Rinaldi tewas.

Setelah membunuh Rinaldi, pasangan kekasih ini kebingungan. Takut aksi mereka diketahui orang lain, pelaku sempat memindahkan tubuh Rinaldi ke kamar mandi.

"Sebelumnya korban digeser ke kamar mandir supaya tidak kelihatan," ungkap Nana.

Selanjutnya, kedua pelaku meninggalkan apartemen itu dengan tujuan membeli golok dan gergaji. Alat itu digunakan untuk memotong tubuh Rinaldi menjadi 11 bagian.

Setelah memotong-motong tubuh korban, Djumadil membungkusnya dengan kantong kresek. Selanjutnya dimasukan ke dalam koper. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari orang lain.

"Bagian tubuh itu dimasukan ke tas kresek dan dimasukan ke dalam dua koper dan satu ransel," kata dia.

Bahkan untuk menghilangkan jejak kejahatannya, pelaku mengganti seprai kasur apartemen yang telah dipenuhi darah. Selain itu, mereka juga mengecat ulang dinding apartemen.

"Mereka juga memberli seperai baru dan cat warna putih mengecet bercak darah di tembok," kata Nana.

Hingga akhirnya, kedua pelaku membawa jasad Rinaldi ke Apartemen Kalibata City dan meninggalkannya.