Bagikan:

TERNATE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Baabullah Ternate, mengimbau kepada masyarakat Maluku Utara (Malut) untuk mewaspadai cuaca buruk disertai potensi angin kencang.

Prakirawan Cuaca BMKG, Fahmi Bachdar menyatakan, potensi angin kencang di wilayah Malut mencapai 50 km/jam yang berdampak pada pohon tumbang dan gelombang tinggi di wilayah perairan hingga ke pesisir.

"Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengupdate perkembangan kondisi cuaca terkini, menyusul cuaca buruk dalam tiga hari terakhir," kata Fahmi di Ternate, dilansir Antara, Selasa, 22 Februari.

Menurut Fahmi, pihaknya telah menyampaikan ke berbagai instansi terkait untuk waspada berpotensi terjadi gelombang tinggi signifikan mencapai sekitar 2.5 meter terjadi di seluruh wilayah perairan Malut.

Selain itu, pihaknya telah keluarkan peringatan dini cuaca Malut masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang pada 22-23 Februari 2022.

Dia menyebut potensi hujan lebat terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah seperti Weda, Weda Selatan, Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Utara Tobelo, Tobelo Selatan, Malifut, Tobelo Utara, Tobelo Tengah, Tobelo Barat, Galela Barat, Galela Utara, Galela Selatan, Loloda Kepulauan, Kao Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Pulau Makian, Bacan Barat, Bacan Barat Utara, Kasiruta Timur.

Untuk Kabupaten Kepulauan Sula terjadi di Mangoli Utara Timur, Kabupaten Halmahera Timur:* Wasile Selatan, Wasile Utara, Maba Utara, Kota Ternate Pulau Ternate, Moti, Kota Ternate Tengah, Kota Tidore Kepulauan:* Oba, Tidore Selatan, Tidore Utara, Oba Tengah, dan sekitarnya.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, telah menunda sementara aktivitas pelayaran antar-pulau di Maluku Utara dan berbagai daerah lainnya, menyusul cuaca ekstrim dalam dua hari terakhir.

Plh KSOP Kelas II Ternate, Safruddin mengakui, pihaknya telah sampaikan pemberitahuan bernomor UM.0031 5 14 IKSOP TTE-2022 dan ditujukan pada pimpinan perusahaan pelayaran/non pelayaran, nakhoda kapal, pemilik kapal-kapal lokal/kapal ferry/kapal rakyat, para Danpos KSOP Kelas II Ternate dan semua masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut, jika aktivitas pelayaran sementara ditutup karena cuaca buruk.

Menurut dia, kapal yang ditunda keberangkatannya di antaranya, kapal penumpang lokal/ferry, perintis, Landing Craft Tank (LCT), SPOB, dan kapal-kapal rakyat terutama rute tujuan Morotai, Sanana, Manado, Bitung, Batang Dua seperti Mayau dan Tifure.