Bagikan:

JAKARTA - Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli membagikan video berdurasi singkat yang menunjukan detik-detik KH Yahya Cholil Staquf mencium tangan KH Said Aqil Siroj. Momen ini terjadi usai Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Pemilihan calon Ketua Umum PBNU ini digelar di GSG Universitas Lampung, sejak Kamis 23 Desember jelang tengah malam hingga pagi ini Jumat 24 Desember. Penghitungan suara digelar secara terbuka dan disiarkan secara virtual.

"Tradisi politik NU yg keren, sbg sosok yg lebih muda," cuit Gun Romli di akun Twitter-nya, @GunRomli dikutip Jumat, 24 Desember.

Dalam video berdurasi 11 detik tersebut terlihat Gus Yahya berjalan dan menghampiri KH Said Aqil. Tiba-tiba saja, Gus Yahya membungkuk dan meraih tangan KH Said Aqil yang tengah duduk dan menciumnya. Momen ini begitu singkat. 

Gus Yahya kemudian bangun berdiri dan melanjutkan jalan bersama rombongan. 

"Ketua Umum Tanfidziyah PBNU terpilih (2021-2026) KH Yahya Cholil Staquf cium tangan KH Said Aqil Sirodj Ketum PBNU 2010-2021, Kiai Said telah memimpin NU selama 2 periode dgn pengabdian yg terbaik JempolanJempolan adab politik santri," puji Gun Romli.

Tradisi politik NU yg keren, sbg sosok yg lebih muda, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU terpilih (2021-2026) KH Yahya Cholil Staquf cium tangan KH Said Aqil Sirodj Ketum PBNU 2010-2021, Kiai Said telah memimpin NU selama 2 periode dgn pengabdian yg terbaik 👍👍 adab politik santri ❤️ pic.twitter.com/PfvYQ1oZf8

— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) December 24, 2021

KH Yahya atau yang biasa disapa Gus Yahya meraih 337 suara PWNU dan PCNU. Sedangkan calon petahana KH Said Aqil Siroj mendapat 210 suara. Ini adalah pemungutan suara yang kedua dengan melahirkan 2 calon.

"Maka KH Yahya Cholil Staquf resmi menjadi Ketua PBNU yang baru," kata pimpinan sidang, M Nuh.

Dalam ucapannya, M Nuh mengucapkan selamat bertugas kepada Gus Yahya. Dia mengajak Gus Yahya untuk mau merangkul banyak pihak untuk bisa menjadikan masa depan NU lebih baik lagi.

M Nuh juga mengucapkan terima kasih kepada KH Said Aqil karena dedikasinya selama dua periode memimpin NU.

"Saya terharu dengan suasana luar biasa meski ada pandangan-pandangan tajam," katanya.