Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Kenapa Erick Thohir dan Presiden Jokowi Tidak Bisa Jadi Relawan Vaksin COVID-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Irfan Meidianto/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjelaskan alasan mengapa Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tidak bisa menjadi relawan vaksin COVID-19 hasil kerja sama antara Bio Farma dan perusahaan Sinovac asal China.

Menurut Ridwan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima vaksin. Salah satunya adalah berdomisili di wilayah Jawa Barat, khususnya yang dekat dengan PT Bio Farma.

"Domisilinya diprioritaskan yang dekat dengan Bio Farma. Itulah kenapa relawannya diharapkan orang Bandung, orang Cimahi bukan di kabupaten atau provinsi lain karena semata-mata ada monitoring bulanan," kata Ridwan melalui sebuah video yang ditayangkan di akun Twitter miliknya @ridwankamil, Rabu, 12 Agustus.

Kata dia, monitoring yang dilakukan oleh dokter ini akan dilakukan secara berkala. Sehingga para relawan tersebut diharuskan untuk berdomisili di sekitar perusahaan obat itu untuk mempermudah. "Kalau dimonitor dokter orangnya harus ada di tempat, setiap saat supaya mengukur keberhasilan atau kekurangan secara berkala," tegasnya.

Eks Wali Kota Bandung itu menjelaskan ada sejumlah syarat lain yang harus dipenuhi bagi mereka yang ingin turut serta dalam uji klinis tahap ketiga tersebut. Di antaranya adalah berusia 20 tahun hingga 59 tahun dan harus dalam kondisi yang sehat.

"Saya masih 49 masuk kategori," ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.620 relawan akan mengikuti uji klinis dari calon vaksin COVID-19 Sinovac buatan Tiongkok. Pelaksanaan uji vaksin itu akan dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran, Selasa 11 Agustus.

Melansir dari Antara, seluruh calon relawan yang sudah mendaftar, berasal dari berasal dari beragam kalangan. Pendaftaran relawan ini juga terbuka untuk umum. 

"Dari ASN mungkin ada, saya tidak melihat statusnya apa pokoknya masyarakat yang mau silakan saja," kata Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac, dr Eddy Fadliyana, Senin 10 Agustus.

Meski terbuka untuk umum, menurutnya ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh calon relawan antara lain usia relawan dalam rentang 18 hingga 59 tahun, dan dalam keadaan sehat tanpa penyakit bawaan.