Kalsel Diingatkan Waspada Tren Kenaikan Kasus COVID-19
ILUSTRASI VOI

Bagikan:

BANJARMASIN - Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Hidayatullah Muttaqin mengingatkan agar Pemprov Kalimantan Selatan mewaspadai tren kenaikan kasus COVID-19. Terjadi penambahan 17 kasus COVID-19 dalam dua hari terakhir.

"Tren kenaikan kasus 24-25 November 2021 terjadi di sembilan kabupaten dan kota di Kalsel. Sementara selama lima hari sebelumnya hanya ada tiga kasus konfirmasi baru," terang Muttaqin di Banjarmasin dikutip Antara, Jumat, 26 November.

Menurut Muttaqin, sejatinya dalam 25 hari terakhir di bulan November jumlah kasus COVID-19 relatif rendah yaitu 80 kasus konfirmasi dan meninggal 3 orang.

Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan keadaan di bulan Oktober dengan 357 kasus konfirmasi dan 28 kasus kematian. Bahkan dalam 13 hari terakhir juga tidak ada kejadian kasus kematian yang dilaporkan.

Meskipun kondisi November jauh lebih baik dibanding Oktober, namun dia meminta kewaspadaan bagi pemerintah daerah, Satgas COVID-19 dan masyarakat harus tetap dijaga. Bahkan harus ditingkatkan.

"Apalagi dua hari terakhir terjadi peningkatan signifikan, maka harus jadi lampu kuning sebagai peringatan bahwa penularan masih terjadi," paparnya.

Muttaqin menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan tidak hanya bagi Kalsel tetapi seluruh provinsi di Indonesia.

Mengingat semakin dekatnya akhir tahun 2021, biasanya terjadi peningkatan mobilitas penduduk, baik mobilitas lokal, antar kabupaten dan kota maupun lintas provinsi dan pulau.

"Pelajaran ledakan COVID-19 di awal tahun 2021 lalu didahului oleh melonjaknya mobilitas penduduk karena liburan panjang akhir tahun," bebernya.

Sementara saat ini sudah terjadi lonjakan mobilitas penduduk Kalsel. Muttaqin merujuk pada data Google, terjadi kenaikan mobilitas penduduk Kalsel pada enam indikator mobilitas.

Rata-rata tingkat mobilitas retail dan rekreasi misalnya, lebih besar 16 persen dibanding Mei sebelum ledakan gelombang ketiga Kalsel.

Kemudian mobilitas di toko bahan makanan 5 persen lebih tinggi. Sedangkan taman, pusat transportasi dan tempat kerja masing-masing 3 persen, 13 persen, dan 20 persen lebih besar. Sementara mobilitas penduduk di area pemukiman justru menurun sebesar 3 persen dibanding Mei.