Panglima TNI Masih Tunggu Laporan Soal Mobil Dinas Penjemput Anggiat 'Keluarga Jenderal'
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (FOTO VIA ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya belum akan menindaklanjuti penggunaan mobil dinas yang menjemput Anggiat Pasaribu, perempuan yang mengaku keluarga jenderal bintang tiga.

Penggunaan mobil dinas itu terekam dalam sebuah video saat Anggiat terlibat adu mulut dengan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan ibunya beberapa waktu lalu.

"Kami yang penting kami ingin mendapatkan dulu laporannya karena saya tidak ingin melakukan penyidikan tanpa adanya laporan," kata Andika kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 24 November.

"Jadi diawali dengan itu dulu. Kalau ada laporan akan kita tindaklanjuti," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggiat tampak dijemput dengan mobil dinas TNI jenis Mitsubishi Pajero Sport hijau dengan pelat nomor 75194-03 ketika cekcok dengan Arteria Dahlan di Bandara Soekarno-Hatta.

Terbaru, Anggiat Pasaribu mencabut laporan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Sementara kuasa hukumnya mengatakan keributan antara kliennya dan Arteria Dahlan dipicu masalah sepele yaitu melangkahi koper.

"Jadi kopernya ibu itu (ibu Arteria Dahlan, red) dilangkahi itulah jadi pemicu," ungkap Clanse Pakpahan kepada wartawan.

 

Tapi ada faktor yang bikin situasi memburuk hingga akhirnya terjadi cekcok tersebut. Anggiat Pasaribu tak bisa mengendalikan emosinya karena penyakit sakit giginya kambuh dalam perjalanan Bali-Jakarta.

"Jadi kondisi selama ini ibu Anggiat Pasaribu kebetulan pada saat perjalanan dari Bali menuju ke Jakarata kondisi giginya sedang kumat terus mungkin di pesawat nahan pipis ya," ungkap Clanse.

Karena kondisi ini, Anggiat terpancing emosinya hingga akhirnya terjadi keributan. "Namanya perempuan toh perempuan kalau sudah nahan sesuatu mungkin labil ininya ngga stabil (emosi)," ujarnya.

Selain itu, dia juga memutuskan untuk mencabut laporan di kepolisian. Sedangkan Arteria Dahlan mengaku sudah memaafkan Anggiat Pasaribu.