Anak Buah Anies Sebut Infrastruktur Formula E Sudah Dikerjakan Sejak 2020
ILUSTRASI UNSPLASH

Bagikan:

JAKARTA - Managing Director Jakarta EPrix PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Gunung Kartiko mengaku optimis Pemprov DKI bisa menyelenggarakan Formula E digelar pada Juni 2022 dengan tepat waktu.

Meski lokasi sirkut belum ditentukan, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut persiapan sarana infrastruktur sudah dikerjakan sejak tahun lalu.

"Sebenarnya pekerjaan infrastruktur sudah kita cicil dari tahun 2020, seperti barrier (pembatas jalan)," kata Gunung dalam diskusi virtual, dikutip Selasa, 16 November.

Saat ini, infrastruktur yang sudah mulai dibuat tersebut disimpan di gudang milik Jakpro. Dengan demikian, ketika lokasi sebagai sirkuit ajang balap mobil listrik itu sudah ditentukan, maka Jakpro tinggal membenahi infrastruktur aspal jalanan.

"Jadi, nanti tinggal pembangunan perapihan jalannya seperti apa, aspalnya. Kemudian untuk sisi barrier, kita tinggal pasang," tutur dia.

Sementara terkait kepastian sirkuit, Gunung mengaku target penentuan lokasinya mundur sebulan ke bulan Desember. "Memang kita belum bisa terbuka kepada teman-teman. Di bulan depan (Desember) akan kita putuskan lokasinya," ungkap Gunung.

Meski pemilihan calon sirkuit sudah melewati praanalisa, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengaku tetap membutuhkan proses untuk menentukan lokasi terbaik sebagai lintasan balap Formula E.

"FEO (Formula E Operation/pemegang lisensi Formula E) juga tidak bisa gegabah menentukan lokasinya karena memang lokasi ini di kota, bukan di dalam sirkuit," tutur Gunung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya sempat menyebutkan sejumlah lokasi yang menjadi alternatif pilihan mereka, di antaranya adalah pulau reklamasi, yakni Pulau D atau Pantai Maju dan Pulau G atau Pantai Bersama. Selain itu, kawasan Senayan juga menjadi salah satu pilihan sirkuit.

Menanggapi hal ini, Gunung mengaku lokasi tersebut masih jadi pilihan. 

"Alternatif (sirkuit) masih belum ada yang di-takeout. Jadi, semua ada pro dan cons-nya (kontranya). Nanti, kita cari mana yang pronya paling banyak," kata Gunung.

"Tentunya yang memudahkan masyarakat juga. Kita, dalam penyelenggaraan, juga memperhatikan kesibukan masyarakat DKI yang sekarang juga sudah ramai, ya," pungkasnya.