Jack Dorsey Unggah Kicauan Pertamanya di Twitter

Jack Dorsey Unggah Kicauan Pertamanya di Twitter

Ilustrasi (Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Pendiri sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey mengunggah kicauan pertamanya di Twitter pada hari ini 14 tahun yang lalu. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 15 Juli 2006, perusahaan podcasting yang berbasis di San Francisco, Odeo, secara resmi merilis Twttr — yang kemudian diubah menjadi Twitter — kepada publik.

Tidak mudah untuk memunculkan sebuah media sosial bernama Twitter. Sebelumnya pada 2005, salah satu pendiri Twitter bernama Evan Williams mendirikan Odeo dengan pengusaha lain, Noah Glass. Namun layanan utama Odeo menjadi tidak begitu populer ketika Apple meluncurkan iTunes.

Evan Williams lalu meminta tim yang terdiri dari 14 karyawan untuk melakukan brainstorming ide-ide terbaik mereka untuk startup yang gagal. Lalu salah satu karyawan perusahaan, Jack Dorsey, datang dengan konsep layanan yang memungkinkan pengguna untuk berbagi pembaruan status pribadi melalui SMS ke sekelompok orang. 

Dikutip dari History, Sabtu, 21 Maret, pada Maret 2006 mereka memiliki purwa-rupa yang sudah berfungsi. Purwa-rupa tersebut lalu diberi nama Twttr, terinspirasi oleh suara burung dan diadopsi setelah beberapa pilihan nama ditolak. Jack Dorsey lalu membuat akun bernama @Jack, mencobanya dengan mengirim kicauan pertama kalinya 

"Baru saja menyiapkan twttr" begitu kicauan pertamanya. 

Dilahirkan sebagai proyek sampingan, terpisah dari platform podcasting utama Odeo, Twttr awalnya hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi pembaruan status singkat dengan sekelompok teman dengan mengirim satu pesan teks ke satu nomor yang sama yaitu 40404. Selama beberapa waktu berikutnya, Twittr berkembang menjadi layanan 'microblogging' yang sederhana. 

Pada saat Twttr diluncurkan resmi ke publik pada Juli 2006, Twttr masih menjadi proyek sampingan Odeo, sementara penawaran utama perusahaan, platform podcasting, tidak berkembang sama sekali. Saat itu akhirnya Odeo memiliki investor perusahaan yang baru, mengubah nama Odeo menjadi Obvious Corporation dan memutus hubungan dengan Noah Glass, yang sebenarnya ikut berperan dalam kelahiran Twitter. 

Dalam waktu enam bulan setelah peluncuran, Twittr berubah nama menjadi Twitter dan akhirnya memiliki layanan yang lebih luas. Para pendirinya memberlakukan batas 140 karakter untuk sekali tweet, berdasarkan panjang maksimum pesan teks pada saat itu. 

Penggunaan Twitter meledak di Pusat Konvensi Austin, Texas, AS, pada Maret 2007. Saat itu, terdapat lebih dari 60 ribu kicauan dikirim per hari dan tumbuh pesat dari sana. Pada 2013, New York Times melaporkan bahwa perusahaan memiliki lebih dari 2 ribu karyawan dan lebih dari 200 juta pengguna aktif. 

Meskipun basis pengguna Twitter jauh lebih kecil dibandingkan dengan Facebook (yang memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif per bulan pada 2019), basis pengguna Twitter kerap menjadikan platform ini sumber berita dan informasi, terutama bagi pengguna usia muda. 

Salah satu publik figur yang sangat aktif di Twitter adalah Presiden AS Donald Trump. Ia sangat aktif dalam menggunakan Twitter pada 2016 - tepatnya saat Pemilu AS - dan sangat blak-blakan di Twitter sepanjang kampanyenya. Selama menjadi presiden, Trump juga aktif men-tweet kebijakan atau pengumuman lainnya. 

Seperti perusahaan media sosial lainnya, CEO Twitter Jack Dorsey mengalami tekanan untuk mengawasi konten di situs lebih ketat untuk mencegah tindak intimidasi, pelecehan, dan ujaran kebencian. Dorsey juga dituntut untuk terus memperbaiki sistem platform-nya tersebut agar privasi penggunanya terjaga lebih baik saat iklim politik yang tinggi.