Mendengar Cerita Ledakan Gardu Induk Cilitan

Mendengar Cerita Ledakan Gardu Induk Cilitan

Gardu Induk PLN Cililitan (Rizky Adytia Pramana/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Suara ledakan terdengar dari Gardu Induk PLN Cililitan, Jakarta Timur. Seketika, aktivitas masyarakat di sekitar situ terhenti lantaran daya listrik menghilang. Sebelumnya, VOI menulis gardu yang bermasalah adalah Gardu Induk Cawang.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.34 WIB. Menurut seorang saksi mata, Dicki, mengatakan suara dentuman itu terdengar nyaring di telinganya. Padahal, jaraknya dengan lokasi kejadian sekitar 200 meter.

Tak berselang lama dari suara ledakan, karyawan-karyawan Gardu Induk PLN Cililitan itu terlihat berbondong-bondong keluar dari kantor. 

"(Karyawan) Banyak yang langsung keluar. Mereka di depan jalan raya saja sambil melihat ke arah kantornya," ucap Dicki kepada VOI di lokasi, Selasa, 11 Februari.

Seketika itu pula, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, di jalan Mayjen Sutoyo berubah. Jalanan yang sebelumnya lenggang menjadi padat lantaran banyak masyarakat atau pun pengendara berhenti di sekitar lokasi karena penasaran dengan apa yang terjadi.

Saksi lainnya, Ridho, menyebut jika kondisi mulai kembali seperti sebelumnya sekitar 1 jam setelah suara dentuman itu. Selain itu, kata dia, tak ada asap maupun api pada saat suara ledakan itu terdengar.

Hanya saja, ada beberapa petugas bersergam biru yang membawa alat pemadam api ringan (Apar) ke tengah-tengah kawasan gardu tersebut.

"Tadi saya lihat ada satu orang yang bawa alat pemadam tapi tidak tahu untuk apa karena tidak ada asap atau api," ucap Ridho.

Sementara, dikonfirmasi mengenai suara ledakan, Humas PLN Distribusi Jakarta Raya Dita Artsana, membenarkan perihal tersebut. Tapi, dia belum bisa memmastikan penyebab atau sember ledakan tersebut. PLN akan melakukan investigasi atas peristiwa ini.

"Penyebab dalam proses penyelidikan. Sementara tunggu hasil penyelidikan," kata Dita.

Saat ini, PLN memindahkan beban listrik ke jaringan lainnya. Sehingga, beberapa kawasan yang terkena dampak, sudah dapat menggunakan listrik kembali.

"Seluruh daerah yang terkena dampak padam akibat gangguan jaringan 150 kilo volt sudah normal seluruhnya," tandas Dita.