Mahasiswa Tangerang Viral usai Dibanting Polisi: Saya Nggak Mati, Cuma Pegal-pegal

JAKARTA - Seorang mahasiswa di Tangerang yang telah dibanting polisi saat berdemonstrasi di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab), Rabu, 13 Oktober, mengabarkan keadaannya.

Didampingi polisi, wajahnya tampak berseri-seri. Sesekali ia mengibaskan rambutnya yang gondrong sebahu. "Namanya Faris, dari Himata Banten," kata dia sambil memperkenalkan diri usai diperintah polisi bernama Leonard dilansir dari era.id.

Tak cuma itu, usai dibanting, Faris juga mengaku kalau kini keadaannya baik-baik saja. Ia cuma merasa pegal, meski dalam video, bantingan seorang polisi tampak sangat keras.

"Saya nggak mati, sekarang masih hidup. Dalam keadaan biasa-biasa aja, walau agak sedikit pegal-pegal," tambahnya.

Yang lebih kasihan, ternyata Faris juga mengaku belum makan siang. Hanya sempat sarapan. "Sarapan udah, tapi kalau makan nasi sih belum."

Terakhir, ia disuruh berterima kasih kepada polisi yang bernama Leonard itu.

Untuk diketahui, Faris sempat tak sadarkan diri usai dibanting dalam demonstrasi ricuh yang terjadi di Tangerang belum lama ini.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan dirinya membenarkan peristiwa tersebut. Namun, belum mengetahui polisi yang bertindak brutal tersebut.

"Kita belum tahu nama personelnya ini, kita perlu waktu sebentar kami hubungi yang melakukan pengamanan disana, jadi bisa dihubungi sebentar lagi, setelah fakta yang kita dapat," ujarnya.

Diketahui, aksi yang dilakukan oleh polisi tersebut merupakan imbas dari pengamanan demo mahasiswa tepat pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang yang ke 389.

Mereka hendak menyampaikan aspirasi soal pelbagai permasalahan di daerah yang terbagi menjadi 29 kecamatan ini.

Puluhan Mahasiswa itu berusaha menggeruduk kantor Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Namun sayang, gerakannya diadang aparat gabungan yang berjaga di lokasi.