Alfamidi Milik Konglomerat Djoko Susanto Raup Pendapatan Rp6,48 Triliun dan Laba Rp130 Miliar di Semester I 2021
JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan kinerja positif di enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan dan laba pengelola gerai ritel Alfamidi ini mampu tumbuh di semester I 2021.
Dalam laporan keuangan Midi Utama yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa 31 Agustus, perusahaan milik konglomerat Djoko Susanto ini membukukan kenaikan laba bersih sebesar 26,33 persen dari Rp103,19 miliar pada enam bulan pertama tahun 2020 menjadi Rp130,36 miliar di semester I 2021.
Pertumbuhan laba bersih itu ditopang oleh pendapatan Alfamidi yang juga tercatat naik 3,86 persen dari Rp6,48 triliun per Juni 2020 menjadi Rp6,73 triliun di semester I 2021. Pendapatan Alfamidi bersumber dari produk makanan, di mana angkanya naik dari Rp3,78 triliun menjadi Rp3,91 triliun.
Sementara itu, pendapatan untuk makanan segar mengalami kenaikan dari Rp848,87 miliar pada paruh pertama tahun 2020 menjadi Rp883,97 miliar pada semester I 2021. Begitu pun dengan pendapatan nonmakanan, kontribusinya tumbuh dari Rp1,85 triliun menjadi Rp1,93 triliun.
Baca juga:
- Midi Utama, Pengelola Alfamidi Milik Konglomerat Djoko Susanto Ini Bagikan Dividen Rp60,97 Miliar
- Menggilanya COVID-19 dan PPKM Darurat Tak Pengaruhi Rencana Alfamart Milik Konglomerat Djoko Susanto Tambah Ratusan Gerai
- Anggota DPRD dari PAN 'Sentil' Indomaret Milik Konglomerat Anthony Salim dan Alfamart Kepunyaan Taipan Djoko Susanto
- Alfamart, Perusahaan Ritel Milik Konglomerat Djoko Susanto Ini Raup Pendapatan Rp75 Triliun di 2020
Selain itu, laba bersih meningkat juga ditopang oleh pendapatan lainnya yang semakin besar, yakni dari Rp98,09 miliar pada Juni 2020 menjadi Rp113,47 miliar di semester I 2021.
Adapun aset Alfamidi per Juni 2021 mencapai Rp5,96 triliun, sedikit lebih tinggi dari posisi aset pada 31 Desember 2020 lalu yang hanya Rp5,92 triliun. Total liabilitas Alfamidi menurun dari angka Rp4,52 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp4,49 triliun pada Juni 2021 dan total ekuitas meningkat dari Rp5,92 triliun menjadi Rp5,96 triliun.