Prancis Serukan Bentuk Aliansi Keamanan Maritim Indo-Pasifik

JAKARTA - Prancis menyerukan negara-negara Eropa dan Indo-Pasifik untuk membentuk sebuah "koalisi negara-negara merdeka" dalam rangka menjaga keamanan rute maritim dan melindungi kebebasan navigasi.

"Tahun lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukankan pembentukan koalisi negara-negara merdeka yang berdasarkan kemitraan kedaulatan antara kawasan Eropa dan Indo-Pasifik," kata Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin dalam forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu.

"Ada area di mana konsep ini harus menjadi kenyataan -- yaitu dalam area keamanan maritim," kata dia, menegaskan.

Berbagai negara dapat bergabung untuk tujuan bersama dalam mencegah "kekacauan maritim", pembajakan kapal, pemancingan ilegal, perdagangan narkoba, dan ancaman infrastruktur bawah air, kata dia.

Ia pun mengungkapkan niat Prancis untuk berkontribusi dalam memastikan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

"Lebih dari 8.000 personel militer Prancis dikerahkan secara permanen di kawasan (Indo-Pasifik). Mereka hadir di sini untuk melindungi warga, wilayah, dan mitra kami," ucap Vautrin.

Adapun Prancis mengendalikan sejumlah wilayah seberang laut di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Pulau Reunion dan Kepulauan Mayotte di Samudera Hindia, kemudian Wallis dan Futuna, Kaledonia Baru, dan Polinesia Prancis yang terletak di bagian selatan Samudera Pasifik.