Bantah Lakukan Pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah Tegaskan Hanya Jadi Talent
JAKARTA – Selebritas Sarwendah kembali angkat bicara terkait tudingan miring yang menyebut dirinya pernah melakukan ritual tertentu di Gunung Kawi. Melalui unggahan di media sosial, mantan istri Ruben Onsu ini memberikan klarifikasi sekaligus bukti untuk menepis rumor tersebut.
Melalui fitur Instagram Stories di akun pribadinya, @sarwendah29, ibu dua anak ini mengunggah foto saat dirinya berada di Gunung Kawi. Dalam foto tersebut, Sarwendah tidak sendiri; ia tampak didampingi oleh Jordi Onsu serta sejumlah kru yang kompak mengenakan pakaian serba hitam.
Sarwendah menjelaskan bahwa kunjungannya ke lokasi tersebut bukanlah untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari rangkaian pekerjaan.
"Jadi tidak hanya Gunung Kawi, tapi lokasinya banyak," tulis Sarwendah sebagaimana dikutip VOI, Minggu, 24 Mei 2026.
Untuk memperkuat pernyataannya, Sarwendah juga menyertakan cuplikan video dari program YouTube milik Ruben Onsu. Diketahui, program tersebut memang fokus mengangkat tema-tema mistis dan penelusuran tempat bersejarah, di mana Gunung Kawi menjadi salah satu latar lokasinya.
Sarwendah menegaskan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut murni atas dasar profesionalisme sebagai pengisi acara. Ia membantah keras bila kedatangannya dikaitkan dengan praktik ritual tertentu.
"Saya hanya talent di sini, bukan acara saya, hanya talent," tegas Sarwendah.
Isu ini pertama kali mencuat setelah beredarnya sebuah video yang menampilkan pernyataan seorang juru kunci (kuncen) di kawasan Gunung Kawi. Dalam video itu, sang kuncen menyebutkan sejumlah nama artis yang pernah menyambangi lokasi tersebut, salah satunya adalah Sarwendah.
Baca juga:
Meski sebelumnya sempat memberikan klarifikasi singkat melalui sesi live streaming, kali ini Sarwendah memilih untuk menunjukkan bukti konkret berupa cuplikan program Kakak Beradik Journey. Hal ini dilakukan guna meredam spekulasi publik yang telanjur berkembang liar di media sosial.
Hingga saat ini, Sarwendah memastikan bahwa kehadirannya di tempat-tempat keramat murni untuk kebutuhan konten kreatif dan produksi program misteri, bukan untuk menjalani ritual sebagaimana yang dituduhkan.