Pelapor Khusus PBB Desak Negara-negara Mediterania Lindungi Global Sumud Flotilla

JAKARTA - Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Francesca Albanese, pada Hari Senin mendesak negara-negara Mediterania untuk melindungi armada bantuan yang menuju Jalur Gaza, Palestina setelah para aktivis melaporkan adanya kapal-kapal tak dikenal di dekat konvoi mereka di perairan internasional.

"Jangan ganggu Armada," tulis Albanese di platform media sosial X, menyerukan negara-negara Mediterania untuk "melindungi kapal-kapal sipil yang berupaya mematahkan pengepungan genosida Israel di Gaza," melansir Anadolu (18/5).

Lebih lanjut Albanese juga mendesak pemerintah untuk "mematahkan pengepungan," "mengakhiri keterlibatan dengan Apartheid," dan "menegakkan keadilan."

Albanese menyampaikan pernyataan tersebut sambil mengunggah ulang pesan dari Armada Global Sumud, yang mengatakan: "Kapal-kapal tak dikenal telah terlihat di dekat armada kami."

Dalam peringatannya yang diunggah Minggu malam, armada tersebut mengatakan kapal-kapal angkatan laut, perahu cepat, dan drone tak dikenal terdeteksi di dekat konvoi di perairan internasional di Mediterania saat misi bantuan berlanjut menuju Gaza.

Perkembangan ini terjadi setelah armada tersebut mengumumkan kedatangannya di perairan internasional di Laut Mediterania.

Sebelumnya, misi Musim Semi Armada Global Sumud 2026, yang bertujuan untuk mematahkan blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan yang vital, dicegat oleh tentara Israel di lepas pantai Kreta, Yunani antara tanggal 29 dan 30 April.

Armada bantuan tersebut diserang pada tanggal 30 April di dekat Kreta, sekitar 600 mil laut dari tujuannya.

Kapal-kapal pertama armada, yang membawa bantuan kemanusiaan, berangkat dari Barcelona pada tanggal 12 April, sementara armada utama berlayar dari pulau Sisilia di Italia pada tanggal 26 April, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Diketahui, Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza sejak tahun 2007, membuat 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

Tentara Israel melancarkan serangan brutal selama dua tahun ke Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah yang terkepung.