Gigi Neanderthal Dibor Batu, Bukti Perawatan Gigi 59.000 Tahun Lalu

JAKARTA - Sebuah gigi geraham dari Siberia menunjukkan Neanderthal kemungkinan sudah memakai alat batu untuk merawat gigi berlubang hampir 60.000 tahun lalu. Mengutip laporan The Guardian, Jumat, 15 Mei, temuan ini disebut sebagai bukti paling awal praktik perawatan gigi.

Geraham tunggal itu ditemukan di gua Chagyrskaya, Siberia selatan. Pada bagian tengahnya terdapat lubang dalam yang diduga dibuat dengan alat batu tipis dan tajam saat pemilik gigi masih hidup.

Temuan ini juga menjadi bukti pertama pengeboran gigi di luar Homo sapiens. Usianya lebih tua lebih dari 40.000 tahun dibanding bukti perawatan gigi serupa yang pernah diketahui.

Dr. Kseniya Kolobova, arkeolog dari cabang Siberia Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Novosibirsk, mengatakan temuan itu memperkuat pandangan bahwa Neanderthal bukan manusia purba kasar seperti stereotip lama.

Menurut Kolobova, penemuan ini menambah bukti perilaku maju Neanderthal, termasuk tindakan medis invasif.

Profesor kedokteran gigi dari Newcastle University, Justin Durham, yang meninjau gambar gigi itu tetapi tidak terlibat dalam penelitian, menilai hasil kerja tersebut “cukup bagus”.

“Kalau ini tugas mahasiswa kedokteran gigi, mungkin saya tidak memberi nilai A. Tapi melihat kondisinya, hasilnya sangat mengesankan,” kata Durham.

Tepi lubang yang halus dan pola aus di dalam gigi menunjukkan pemiliknya bertahan hidup dan masih mengunyah dengan gigi itu setelah tindakan dilakukan.

Pencitraan sinar-X mikroskopis menunjukkan tanda kerusakan gigi parah. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One, peneliti lalu menguji tiga gigi manusia modern dengan alat batu jasper yang diputar manual memakai dua jari.

Hasilnya, lubang dengan bentuk dan goresan serupa bisa dibuat. Proses menembus dentin—lapisan keras di bawah email gigi—membutuhkan waktu 35 hingga 50 menit kerja terus-menerus.

“Itu pasti sangat menyakitkan,” kata Kolobova.

Durham menyebut tindakan itu sebagai awal dari perawatan saluran akar. Lubang besar pada gigi kemungkinan mengurangi tekanan akibat infeksi sehingga rasa sakit mereda sementara.

Dalam kedokteran modern, kata Durham, dokter memakai bor berujung berlian dengan kecepatan lebih dari 40.000 putaran per menit untuk menembus permukaan gigi.

“Ini pencapaian luar biasa,” kata Durham.

Namun gigi yang tidak ditambal tetap rentan mengalami infeksi kronis.

Temuan ini melengkapi bukti lain bahwa Neanderthal merawat anggota kelompok yang sakit dan rentan. Sebelumnya, ditemukan bukti orang dewasa dengan kelainan fisik dan anak dengan sindrom Down yang mampu bertahan hidup hingga sedikitnya usia enam tahun.

Dr. Lydia Zotkina dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengatakan pasien itu kemungkinan memiliki ketahanan luar biasa.

“Sekarang, setiap kali saya pergi ke dokter gigi, saya selalu teringat orang itu,” kata Zotkina.