KAI Jakarta Perbaiki Jalan Rel di Jalan Bukit Duri Jaksel

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta melakukan perbaikan geometri jalan rel di perlintasan sebidang JPL 14 Jalan Bukit Duri Puteran, Jakarta Selatan, sehingga pengguna jalan diimbau sementara menghindari kawasan tersebut guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Minggu menyampaikan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan keselamatan dan keandalan prasarana perkeretaapian untuk memastikan kondisi jalur rel tetap aman dan optimal untuk operasional perjalanan kereta api.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi penyesuaian elevasi permukaan jalan di sekitar rel, perataan kontur jalan, serta penyempurnaan konstruksi pada area perlintasan.

"Dengan adanya penyesuaian konstruksi dan elevasi jalan, diharapkan kondisi lintasan menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kendaraan yang melintas,” ujar Franoto.

Selama proses pekerjaan berlangsung, kondisi perlintasan masih dalam tahap pemadatan sehingga sebagian area belum dilakukan pengaspalan.

Selain itu, masih terdapat material pekerjaan di sekitar lokasi yang berpotensi menyebabkan perlambatan arus kendaraan.

Franoto mengatakan, pekerjaan pengaspalan pada area perlintasan akan dilakukan pada 18 Mei 2026, sebagai tahap akhir penyempurnaan pekerjaan perbaikan geometri jalan rel tersebut.

Karena itu, KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan, mematuhi rambu-rambu sementara serta arahan petugas di lapangan.

KAI Daop 1 Jakarta juga mengimbau pengguna jalan agar apabila memungkinkan dapat menggunakan jalur alternatif lainnya untuk sementara waktu guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar JPL 14 serta mendukung kelancaran proses pekerjaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari area JPL 14 dan menggunakan jalur alternatif lain agar perjalanan masyarakat tetap lancar serta pekerjaan perbaikan dapat berjalan optimal dan tepat waktu,” demikian kata Franoto.