Turki Pamerkan Rudal Balistik Antarbenua "Petir" dengan Jangkauan 6 Ribu Kilometer

JAKARTA - Turki awal bulan ini meluncurkan rudal balistik antarbenua pertama buatan dalam negeri yang dinamakan Yildirimhan atau dalam Bahasa Indonesia berarti "Petir".

Diluncurkan pada 5 Mei lalu, rudal balistik ini diklaim memiliki jangkauan hinga 6.000 kilometer (3.728 mil) dan kecepatan Mach 9 hingga Mach 25, melansir Daily Sabah dari Anadolu (15/5).

Rudal yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Nasional ini melakukan debutnya di pameran pertahanan dan kedirgantaraan SAHA 2026, yang dimulai pada hari yang sama.

Ini menandai pengenalan publik salah satu sistem rudal jarak jauh tercanggih di negara itu, di mana Yildirimhan menggunakan menggunakan nitrogen cair tetroksida sebagai bahan bakar dan didukung oleh empat mesin propulsi roket.

Berbicara dalam pameran tersebut,Menteri Pertahanan Yasar Guler mengatakan, "amunisi berpemandu presisi negara itu, yang dikembangkan sesuai standar NATO," meningkatkan kemampuan militer angkatan darat, dengan keunggulan biaya rendah yang ditawarkannya dibandingkan dengan rekan-rekan asing, dikutip dari The National.

"Di era di mana biaya ekonomi telah menjadi senjata asimetris, Turki menawarkan kepada sekutunya tidak hanya sistem senjata tetapi juga teknologi dan ekonomi keamanan yang berkelanjutan," tandasnya.

Peluncuran ini dilakukan seiring dengan terus berkembangnya kemampuan industri pertahanan Turki, termasuk dalam sistem tanpa awak, teknologi rudal, pertahanan udara, penerbangan, dan platform terkait ruang angkasa.

SAHA 2026, yang diselenggarakan oleh SAHA Istanbul, mempertemukan perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan, pejabat pengadaan, delegasi militer, dan perwakilan industri dari Turki dan luar negeri.

Turki diketahui telah meluncurkan berbagai sistem rudal, termasuk rudal hipersonik Tayfun Block-4, yang diluncurkan tahun lalu.