Digigit Tikus, Apakah Berbahaya? Waspada Infeksi dan Ketahui Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

YOGYAKARTA - Dalam kehidupan sehari-hari, saat berada di alam bebas, membersihkan tempat kotor, ataupun saat tidur, Anda mungkin saja digigit tikus. Tikus biasanya menyeranng area terbuka seperti tangan atau kaki. Seperti kita ketahui, tikus merupakan hewan pembawa berbagai bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Lalu, apakah gigitan tikus berbahaya? Dilansir dari Verywell Health, berikut pembahasannya.

Bahaya Gigitan Tikus dan Risiko Infeksi

Gigitan tikus biasanya tampak sebagai luka tusukan kecil atau sayatan. Luka akibat gigitan tikus ini bisa berbahaya karena berisiko menyebabkan infeksi bakteri yang disebut sebagai rat-bite fever.

Gejala infeksi umumnya muncul dalam waktu 3 hingga 10 hari setelah gigitan. Perhatikan gejala berikut:

  • Demam
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Rasa panas di sekitar luka
  • Keluar nanah
  • Nyeri atau bengkak pada sendi
  • Ruam di telapak tangan dan kaki (biasanya muncul 2–4 hari setelah demam mulai)

Demam karena gigitan tikus tidak umum terjadi. Namun, ada kemungkinan kasusnya tidak selalu terdeteksi karena bakteri penyebabnya sulit didiagnosis. Untungnya, penyakit ini biasanya bisa diobati dengan baik oleh antibiotik yang diresepkan dokter.

Ada dua jenis bakteri penyebab rat-bite fever yakni Streptobacillus moniliformis atau S. moniliformis dan Spirillum minus atau S. minus. Adapun yang paling umum ditemukan di Asia adalah Spirillum minus.

Gejala rat-bite fever akibat Streptobacillus moniliformis biasanya muncul 3 hingga 10 hari setelah tergigit. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Nyeri di punggung dan sendi
  • Ruam di telapak tangan dan kaki, biasanya disertai dengan satu atau lebih sendi yang bengkak

Sementara itu, gejala rat-bite fever yang disebabkan oleh bakteri Spirillum minus biasanya muncul antara 1 hingga 3 minggu setelah digigit tikus. Gejalanya meliputi:

  • Demam, yang bisa hilang dan muncul kembali
  • Iritasi dan kemungkinan timbul luka terbuka (ulkus) pada bekas gigitan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Pembengkakan di sekitar area gigitan
  • Ruam berwarna ungu atau kemerahan

Tanpa pengobatan, infeksi Spirillum minus ini bisa berakibat fatal karena infeksi dapat menyebar ke jantung, otak, paru-paru, atau organ dalam lainnya.

Pertolongan Pertama setelah Digigit Tikus

Jika Anda digigit tikut, segera lakukan langkah-langkah berikut:

  • Hentikan pendarahan dengan menekan luka menggunakan kasa atau tisu bersih.
  • Bersihkan luka dengan sabun dan air hangat, pastikan membersihkan bagian dalam lukanya. Bilas semua sabun hingga bersih agar tidak menyebabkan iritasi.
  • Oleskan salep antibiotik pada luka, lalu tutup dengan perban bersih dan kering.
  • Lepaskan cincin dari jari yang tergigit, untuk berjaga-jaga jika jari tersebut membengkak.
  • Jika aman untuk dilakukan, tangkap tikus tersebut setelah menggigit agar petugas kesehatan bisa memeriksa apakah tikus itu terinfeksi.

Meskipun Anda sudah merawat luka gigitan di rumah, pastikan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan penanganan yang tepat, gigitan tikus dapat diatasi tanpa menimbulkan dampak serius.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!