Ketahanan Energi Nasional Dinilai Jadi Tameng Hadapi Tekanan Ekonomi Global

JAKARTA - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anthony Leong, mengapresiasi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Dalam debat calon Ketua Umum BPP HIPMI, Anthony yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Sinergitas Danantara dan BUMN BPP HIPMI menilai gejolak geopolitik dunia, mulai dari konflik antarnegara, gangguan distribusi global, hingga fluktuasi harga minyak dan gas internasional, menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi melalui kebijakan energi yang mandiri dan berkelanjutan.

“Dinamika perang global yang sangat luas membuat banyak negara menghadapi tekanan besar dalam sektor energi. Karena itu, kita harus mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang fokus menjaga stabilitas dan ketahanan energi nasional. Indonesia urutan nomor 2 menurur JP Morgan terkait ketahanan energi dan tahan guncang,” ujar Anthony pada keterangannya, Selasa, 12 Mei.

Ia menjelaskan, upaya pemerintah dalam menjaga pasokan energi domestik, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan lifting migas, serta membuka peluang investasi di sektor energi baru dan terbarukan menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Menurut Anthony, ketahanan energi kini bukan hanya persoalan sektor energi semata, melainkan telah menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Gangguan pasokan energi, kata dia, dapat berdampak langsung pada inflasi, biaya produksi industri, distribusi logistik, harga pangan, hingga daya beli masyarakat dan keberlangsungan UMKM.

“Ketahanan energi bukan lagi isu sektoral semata, tetapi sudah menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi nasional. Jika pasokan energi terganggu, maka dampaknya berantai ke sektor industri, logistik, pangan, hingga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anthony menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama energi di kawasan apabila mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam dan memperkuat industrialisasi berbasis energi nasional.

Ia menegaskan agenda hilirisasi harus terus dijalankan secara konsisten agar Indonesia tidak lagi hanya bergantung sebagai pengekspor bahan mentah, melainkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

“Kita tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan baku dunia. Momentum saat ini harus digunakan untuk membangun industri berbasis energi yang kuat, meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tegasnya.

Anthony juga mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam mendukung agenda pemerintah, khususnya melalui investasi di sektor energi baru terbarukan, penguatan teknologi industri, efisiensi energi, serta pembangunan ekosistem bisnis yang lebih kompetitif.

Menurutnya, HIPMI memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung kemandirian energi dan ketahanan ekonomi nasional.

Ia menegaskan pengusaha muda harus menjadi bagian dari solusi pembangunan dan tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan global.

“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung kemandirian energi dan ketahanan ekonomi nasional. Pengusaha muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional,” tambahnya.

Anthony optimistis, sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha akan membuat Indonesia mampu menghadapi tekanan ekonomi global sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia.

Ia menilai negara dengan ketahanan energi yang kuat akan lebih siap menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian dunia.

“Di tengah ketidakpastian global, negara yang memiliki kemandirian energi akan lebih siap menjaga stabilitas ekonominya. Indonesia punya modal besar untuk itu, tinggal bagaimana konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat,” tutup Anthony.