Mengenal Meteor: Dari Bola Api hingga Risiko Nyata bagi Manusia

JAKARTA – Meteor kerap digambarkan sebagai benda langit berbahaya dalam berbagai film bencana. Namun, sejumlah anggapan mengenai meteor ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dikutip dari BGR Mingguu 10 Mei, terdapat beberapa mitos tentang meteor yang masih banyak dipercaya masyarakat.

Salah satunya adalah anggapan bahwa meteor selalu panas saat jatuh ke bumi. Banyak orang mengira meteor yang mencapai permukaan bumi akan sangat panas karena terlihat seperti bola api ketika melintasi atmosfer.

Padahal, menurut [NASA](https://www.nasa.gov?utm_source=chatgpt.com), meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi justru dapat terasa dingin. Panas ekstrem umumnya hanya terjadi di bagian luar meteor akibat gesekan dengan atmosfer bumi.

Meski demikian, NASA menyarankan masyarakat tidak langsung menyentuh meteor untuk menghindari kerusakan sampel akibat minyak atau bakteri dari tangan manusia.

Mitos lain yang berkembang adalah meteor yang jatuh ke bumi dianggap sangat jarang terjadi. Faktanya, ribuan meteor memasuki atmosfer bumi setiap tahun. Namun sebagian besar berukuran kecil dan habis terbakar sebelum mencapai permukaan sehingga tidak terlihat jelas oleh manusia.

Fenomena hujan meteor bahkan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang rutin diamati para penggemar langit malam.

Selain itu, tidak semua meteor yang jatuh ke bumi meninggalkan kawah besar. Sebagian besar meteor yang mencapai permukaan memiliki ukuran kecil sehingga tidak menghasilkan dampak signifikan.

Kondisi tersebut berbeda dengan bulan yang permukaannya dipenuhi kawah karena tidak memiliki atmosfer untuk membakar meteor sebelum menghantam permukaan. Di bumi, bekas kawah juga dapat hilang akibat proses alam seperti erosi.

Mitos lainnya adalah anggapan bahwa meteor sering menyebabkan korban jiwa. Meski meteor berpotensi berbahaya, kasus manusia terluka akibat meteor tergolong sangat jarang.

Salah satu kasus yang paling dikenal terjadi pada 1954 di Alabama, Amerika Serikat, ketika seorang wanita mengalami memar setelah meteorit menembus atap rumahnya.

Namun secara statistik, peluang seseorang terkena meteor disebut sangat kecil dibanding jumlah meteor yang jatuh ke bumi setiap tahunnya.