JAKARTA - Harapan Sunderland untuk menembus zona kompetisi Eropa nyaris pupus setelah bermain imbang tanpa gol melawan Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu 9 Mei.
Hasil 0-0 di Stadium of Light memperpanjang catatan buruk Sunderland saat menghadapi tim penghuni empat besar klasemen. The Black Cats kini tercatat belum pernah menang dalam 29 laga Liga Inggris melawan tim yang memulai pertandingan di posisi empat besar.
Sunderland tampil lebih agresif sejak awal laga dan langsung menciptakan peluang emas pada 10 menit pertama. Kombinasi umpan cepat diakhiri dengan terobosan Enzo Le Fée kepada Noah Sadiki, tetapi penyelamatan refleks kiper Senne Lammens menggagalkan peluang tersebut.
Tuan rumah sempat meminta penalti pada pertengahan babak pertama setelah bola hasil tembakan Le Fée mengenai tangan Amad Diallo. Namun, wasit Stuart Attwell dan VAR memutuskan insiden tersebut bukan pelanggaran.
Sepanjang babak pertama, Sunderland lebih dominan dalam membangun serangan. Peluang dari Brian Brobbey dan Sadiki nyaris membuahkan gol, sementara Manchester United kesulitan menciptakan ancaman berarti.
Peluang terbaik tim tamu hadir melalui sundulan Joshua Zirkzee yang melambung di atas mistar setelah menerima umpan silang Matheus Cunha.
Pada babak kedua, Sunderland kembali menekan pertahanan United. Brobbey hampir mencetak gol setelah menerima umpan Le Fée, tetapi lagi-lagi Lammens tampil gemilang di bawah mistar gawang.
Tekanan Sunderland berlanjut ketika Lutsharel Geertruida melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang seusai menerima umpan dari Brobbey.
BACA JUGA:
Pelatih Manchester United Michael Carrick kemudian memasukkan Bryan Mbeumo untuk menambah daya gedor pada menit-menit akhir. Namun perubahan itu tidak banyak membantu karena United hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Tambahan satu poin membuat Manchester United tetap berada di jalur perebutan posisi tiga besar klasemen dengan dua laga tersisa. Sementara bagi Sunderland, hasil imbang ini membuat peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan semakin menipis.