Jangkau 80 Persen Desa, BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan melalui jaringan BRILink Agen yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.
"Sepanjang Triwulan I 2026, BRILink Agen pun mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun," ujar Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Selas, 5 Mei.
Ia menambahkab, aktivitas tersebut menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar.
“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah,” ungkapnya.
Selain itu, kontribusi BRILink Agen terhadap penghimpunan dana murah juga terus menguat, dengan saldo CASA rata-rata harian yang dihimpun mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 18,37 persen yoy.
Tidak hanya itu, BRILink Agen juga mengalami kenaikan dalam penyaluran dana talangan sebesar 33,29 persen yoy, dari semula Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.
Baca juga:
“Pencapaian di atas semakin membuktikan peran BRILink Agen kini tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat. Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Akhmad.
Untuk informasi, BRILink Agen menyediakan berbagai fitur transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Layanan tersebut mencakup transfer, pembayaran berbagai tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, serta top up uang elektronik dan dompet digital. Selain itu, BRILink Agen juga melayani setor dan tarik tunai yang mendukung kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.