Mengenal Farang, Sebutan Kontroversial untuk Orang Asing di Thailand
YOGYAKARTA - Mengenal farang berarti memahami salah satu istilah paling ikonik dalam budaya Thailand. Kata ini digunakan sehari-hari untuk menyebut orang asing, terutama dari Barat dengan arti yang jauh lebih dalam dari sekadar panggilan.
Thailand dikenal sebagai negara yang ramah terhadap wisatawan mancanegara. Namun, ada nuansa budaya yang sering luput dari perhatian para pendatang. Salah satunya adalah bagaimana orang lokal menyebut dan memandang orang asing.
Apa Itu Farang?
Dilansir dari laman thailandredcat, "farang" atau yang kadang dilafalkan falang adalah sebutan umum warga Thailand untuk orang asing berkulit putih atau orang Barat. Bukan hanya wisatawan, ekspatriat pun kerap menyebut diri mereka dengan istilah ini.
Kata ini sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Banyak orang mengira farang berlaku untuk semua orang asing. Faktanya, istilah ini lebih sering diarahkan kepada orang-orang berkulit putih dari negara Barat. Orang Asia dari luar Thailand biasanya punya sebutan tersendiri.
Namun ada satu konteks yang perlu Anda ketahui sebelum berangkat ke Thailand. Ada istilah "farang kee nok" yang berarti "farang kotoran burung".
Farang dalam konteks ini menjadi ungkapan yang digunakan warga lokal untuk menyebut backpacker tak bermodal yang dianggap kasar, kotor, meresahkan, atau selalu mencari gratisan.
Merujuk pada fakta bahwa kotoran burung berwarna putih, ini bukan sekadar candaan. Ini cerminan bagaimana perilaku wisatawan bisa membentuk persepsi masyarakat lokal.
Baca juga: Waktu Terbaik Liburan ke Thailand, Pertimbangkan Bulan dan Musimnya
Baca juga:
Asal-usul Kata Farang
Asal-usul kata farang masih menjadi perdebatan di kalangan ahli bahasa. Sebagian berpendapat kata ini berasal dari farangset, istilah Thailand untuk orang Prancis, mengingat kehadiran kuat Prancis di Siam dan Indocina pada abad ke-17. Cukup masuk akal secara historis.
Namun ada pula yang berpendapat kata ini jauh lebih tua. Dugaan lain mengarah ke kata faringsi dari bahasa Persia, saat pedagang Persia mendominasi jalur perdagangan di Asia Tenggara. Sejarahnya ternyata panjang.
Bagaimana Orang Thailand Menggunakan Kata Ini?
Farang digunakan luas dalam percakapan sehari-hari mulai di pasar, di jalan, bahkan di media. Umumnya, kata ini tidak dimaksudkan sebagai penghinaan. Ini hanya cara orang Thailand mendeskripsikan seseorang yang secara fisik terlihat berbeda.
Namun konteks tetap penting. Ada situasi di mana farang bisa terdengar merendahkan, misalnya diucapkan dengan nada sinis atau digunakan untuk memisahkan seseorang dari kelompok.
Farang di Mata Budaya Thailand
Beberapa stereotip melekat kuat pada farang di mata orang Thailand. Farang dianggap kaya, bertubuh besar, tidak tahan makanan pedas, dan kurang memahami etika lokal. Stereotip ini tidak selalu akurat, tapi cukup kuat untuk bertahan.
Salah satu yang paling mencolok adalah soal bahasa. Diperkirakan lebih dari 80% ekspatriat yang menetap di Thailand tidak fasih berbahasa Thailand, padahal belajar bahasa lokal adalah bentuk penghormatan paling dasar.
Perbedaan lain seperti bermesraan di depan umum, berdebat secara terbuka, atau berpakaian tidak sopan juga turut membentuk citra farang di mata masyarakat setempat.
Apakah Menjadi Farang di Thailand Itu Menyenangkan?
Bergantung pada sudut pandang Anda. Banyak wisatawan dan ekspatriat merasa nyaman dengan predikat farang karena sering kali disertai sambutan yang ramah. Tapi ada juga yang tidak nyaman saat diperlakukan berbeda, termasuk soal harga yang kerap tidak sama untuk orang asing.
Yang pasti, Thailand tetap salah satu negara paling ramah di dunia. Meski ada stereotip dan perbedaan budaya, orang Thailand umumnya tetap menyambut farang dengan senyum tulus.
Tips, jika suatu saat seseorang memanggil Anda "farang," jangan langsung tersinggung. Pahami bahwa itu bagian dari cara mereka berkomunikasi, bukan serangan pribadi. Respons terbaik adalah tetap ramah dan terbuka.
Selain itu, belajar beberapa kata dalam bahasa Thailand pun bisa membuat perbedaan besar. Orang Thailand sangat menghargai usaha sekecil apa pun untuk memahami bahasa dan budaya mereka. Menghormati budaya setempat adalah kunci perjalanan yang benar-benar menyenangkan.
Mengenal farang hanyalah salah satu pintu masuk untuk memahami Thailand lebih dalam. Untuk wawasan seputar budaya, perjalanan, dan perspektif global lainnya, kunjungi VOI dan temukan cerita-cerita menarik setiap harinya.