Yen Tembus 160 per Dolar, Jepang Sinyalkan “Tindakan Tegas”

JAKARTA - Nilai tukar yen jatuh ke titik terlemah sejak Juli 2024. Pemerintah Jepang mulai memberi sinyal keras: langkah intervensi kian dekat.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Kamis mengatakan waktu untuk mengambil “tindakan tegas” terhadap pelemahan yen semakin mendekat. Pernyataan itu disampaikan saat mata uang Jepang sempat menyentuh kisaran 160,70 per dolar AS.

“Waktu untuk tindakan tegas, yang sebelumnya saya sebutkan, kini benar-benar semakin dekat,” ujar Katayama kepada wartawan, seperti dikutip Kyodo News, Kamis, 30 April.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam situasi global yang tidak pasti, dolar AS kembali diburu investor sebagai aset aman.

Akibatnya, yen terus tertekan dan bergerak di level yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Katayama memperkuat sinyal yang selama ini ditunggu pasar. Setiap kali pemerintah Jepang mulai menyinggung “tindakan tegas”, pelaku pasar biasanya mengaitkannya dengan kemungkinan intervensi di pasar valuta asing.

Namun hingga kini belum ada langkah konkret yang diumumkan. Pemerintah masih memantau pergerakan pasar dan dinamika global yang memengaruhi nilai tukar.

Dengan posisi yen yang terus melemah, perhatian kini tertuju pada langkah berikutnya dari otoritas Jepang—apakah sekadar peringatan, atau benar-benar diikuti aksi di pasar.