Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Jangkau Ibu dan Anak di Wilayah Adat Baduy

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk hadir di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kali ini, melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, negara memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B menjangkau masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten.

Program ini difokuskan untuk menjamin pemenuhan gizi bagi tiga kelompok prioritas: Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita (3B).

Negara Hadir Tanpa Terkecuali di Wilayah Adat

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa ketiadaan sekolah formal di wilayah Baduy bukan menjadi alasan bagi negara untuk absen memberikan layanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wihaji dalam kegiatan SABA BUDAYA yang bertepatan dengan pemantauan program prioritas MBG 3B dan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75, Kamis (01/05/2026).

"Memang di Baduy tidak terdapat sekolah formal, namun di sana tetap ada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan perhatian. Negara hadir untuk memastikan hak-hak dasar warga negara tetap terpenuhi," tegas Menteri Wihaji.

Distribusi Tepat Sasaran Berdasarkan Perpres No. 115 Tahun 2025

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Pasal 47, distribusi program MBG dilaksanakan melalui pendamping keluarga. Hal ini bertujuan agar bantuan langsung menyentuh sasaran yang paling membutuhkan di lapangan.

Berdasarkan data terkini di Desa Kanekes, sasaran penerima manfaat MBG 3B meliputi:

  • 87 Ibu Hamil
  • 250 Ibu Menyusui
  • 906 Balita non-PAUD

Data ini mencakup total 479 KK di Baduy Dalam dan 4.317 KK di Baduy Luar, yang menjadi dasar krusial dalam penyaluran bantuan gizi yang tepat sasaran.

Menghormati Kearifan Lokal Masyarakat Baduy

Dalam dialog langsung dengan tokoh adat, Menteri Wihaji mengungkapkan bahwa masyarakat Baduy sangat terbuka terhadap bantuan gizi ini, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang menghormati aturan adat mereka.

Menurut Wihaji masyarakat Badui terbuka pada bantuan gizi. (Dok Kemendikbudbangga)

"Kami akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar implementasi MBG tetap menghormati budaya masyarakat adat lokal," tambahnya.

Selain pembagian makanan bergizi, kegiatan ini juga memberikan layanan KB serentak dan edukasi kesehatan reproduksi bagi masyarakat Baduy Luar secara persuasif.

Dukungan Pemerintah Provinsi Banten

Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, prioritas pada kelompok 3B adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Banten.

"Ini program yang sangat baik. Prioritas utama MBG memang seharusnya pada kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita," ujar Dimyati.

Melalui pendekatan yang adaptif dan menghormati tradisi, program MBG 3B diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat hingga ke pelosok terdalam Indonesia.