Amazon Akuisisi Globalstar Senilai Rp198 Triliun untuk Perkuat Jaringan Satelit

JAKARTA – Amazon mengumumkan bahwa mereka akan membeli Globalstar, perusahaan satelit global yang 20 persen sahamnya dimiliki Apple. Kesepakatan ini bernilai 11,57 miliar dolar AS (Rp198 triliun).

Melalui akuisisi ini, Amazon akan mendapatkan akses penuh ke seluruh lisensi spektrum, infrastruktur, dan layanan satelit seluler milik Globalstar. Integrasi ini akan mendukung bisnis satelit Amazon Leo yang akan menghadirkan layanan langsung ke perangkat mulai akhir tahun ini.

Sejalan dengan kesepakatan ini, Amazon juga telah menjalin komitmen dengan Apple dalam menyediakan layanan konektivitas darurat pada iPhone dan Apple Watch. Globalstar diketahui sebagai mitra utama di balik fitur Emergency SOS pada jutaan iPhone.

Pengumuman akuisisi dan kemitraan baru ini diungkapkan setelah CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan daftar pelanggan layanan satelit mereka, termasuk nama besar seperti NASA dan AT&T. Amazon juga baru memamerkan antena internet satelit barunya beberapa waktu lalu.

Amazon berencana meluncurkan lebih dari 3.200 satelit di Orbit Rendah Bumi (LEO) untuk membangun jaringan broadband global mandiri. Namun, proyek ini masih menghadapi tantangan besar karena jumlah satelit yang mengorbit saat ini baru mencapai sekitar 200 unit.

Sebagai perbandingan, Starlink milik Elon Musk memimpin jauh dengan konstelasi yang berisi lebih dari 10.000 satelit. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Amazon menargetkan ratusan juta titik akhir pelanggan di masa depan.

Pada tahun 2028, Amazon Leo diharapkan mampu mengerahkan sistem satelit ke perangkat secara mandiri. Nantinya, mereka akan mengandalkan lebih dari 24 satelit aktif dan 50 unit yang akan diakuisisi oleh Globalstar.