JAKARTA – Saat Grok mendapatkan tekanan dari berbagai negara pada awal tahun ini, Apple ternyata ikut terlibat dalam masalah tersebut. Bahkan, perusahaan itu memberikan ancaman terhadap Grok.
Akibat dari kemampuan pengeditan tingkat lanjut yang dihadirkan Grok, Apple mengancam akan menghapus chatbot berbasis Kecerdasan Buatan (AI) itu dari App Store. Menurut Apple, kemampuan Grok telah melanggar pedoman toko aplikasinya.
BACA JUGA:
Seperti yang ditemukan banyak pihak di platform X, Grok dapat digunakan untuk mengedit foto dengan tetap menjaga keaslian subjek dalam fotonya. Hal ini menyebabkan tingginya angka deepfake seksual yang dihasilkan chatbot buatan xAI tersebut.
Berdasarkan surat eksklusif yang diperoleh NBC News, Apple secara pribadi menekan tim X dan Grok untuk meningkatkan sistem moderasi konten mereka. Apple menemukan bahwa keamanan Grok sangat lemah sehingga banyak disalahgunakan untuk menelanjangi subjek foto tanpa persetujuan.
X sempat mengirimkan pembaruan aplikasi untuk menanggapi teguran tersebut, tetapi ditolak oleh Apple karena perubahannya dianggap tidak signifikan. Apple meminta perbaikan secara mendalam untuk melindungi pengguna dari konten berbahaya, terutama yang menargetkan wanita dan anak di bawah umur.
Berikut isi surat yang Apple berikan ke senator AS mengenai penolakan mereka terhadap kemampuan pengeditan di Grok.
“Kami menolak pengajuan Grok dan memberi tahu pengembang bahwa perubahan tambahan untuk memperbaiki pelanggaran tersebut akan diperlukan, atau aplikasi tersebut dapat dihapus dari App Store."
Ancaman penghapusan ini menjelaskan mengapa xAI memperketat aturan penggunaan alat mereka di tengah kontroversi pengeditan tersebut. Perubahan tersebut mencakup pembatasan akses serta larangan pengeditan yang melibatkan foto orang sungguhan.
Meski pembaruan terbaru akhirnya disetujui, laporan terbaru menunjukkan bahwa Grok masih memiliki celah keamanan. Beberapa pengguna dilaporkan masih bisa mengakali sistem untuk menghasilkan gambar wanita dengan pakaian yang sangat terbuka.