Jenis Selingkuh Nonfisik dalam Hubungan yang Berisiko
YOGYAKARTA - Di era komunikasi yang serba cepat seperti sekarang, cara orang membangun dan merasakan kedekatan dalam hubungan juga turut berubah. Perselingkuhan tidak hanya melibatkan kontak fisik, tetapi tetap dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam. Fenomena ini dikenal sebagai perselingkuhan non-fisik. Lantas apa saja jenis selingkuh nonfisik dalam hubungan?
Sering kali, orang tidak menyadari batas antara hubungan yang masih dianggap wajar dan yang sudah melanggar komitmen. Interaksi yang terkesan sederhana pun dapat berlanjut menjadi hubungan emosional yang mengganggu hubungan utama tanpa disadari.
Jenis Selingkuh Nonfisik dalam Hubungan
Dikutip dari laman Psychology Today, di bawah ini adalah beberapa perilaku yang dapat dikategorikan sebagai perselingkuhan non-fisik:
Menjalin komunikasi dengan mantan
Berhubungan kembali dengan mantan bisa menjadi masalah, terutama jika dilakukan secara intens dan bersifat pribadi. Kondisi ini dapat membuat pasangan merasa diabaikan atau dibandingkan, yang menandakan batas hubungan sehat mulai terlewati.
Flirting atau menunjukkan ketertarikan pada orang lain
Perilaku menggoda mungkin terlihat sepele pada awalnya. Namun jika dilakukan berulang dengan tujuan tertentu, hal ini dapat membuka peluang terciptanya kedekatan emosional yang lebih dalam dan berpotensi mengganggu hubungan.
Baca juga:
Tidak terbuka mengenai status hubungan
Tidak menjelaskan bahwa diri sudah memiliki pasangan saat ada orang lain yang mendekat bisa menimbulkan kesalahpahaman. Sikap ini juga menunjukkan kurangnya komitmen karena seakan-akan masih membuka kesempatan bagi orang lain.
Menikmati perhatian dari orang lain
Menerima pujian memang menyenangkan, tetapi jika perhatian tersebut bernuansa romantis dan tidak dibatasi, hal ini bisa memperkuat ikatan emosional di luar hubungan utama.
Menggunakan aplikasi kencan
Menggunakan aplikasi kencan saat masih menjalin hubungan menunjukkan adanya keinginan untuk mencari alternatif lain. Meski belum tentu berujung pada interaksi serius, niat tersebut sudah bisa dianggap melanggar kepercayaan.
Curhat kepada orang lain, bukan pasangan
Berbagi cerita secara intens dengan orang lain hingga menggantikan peran pasangan dapat menggeser kedekatan emosional. Hal ini berpotensi membuat hubungan utama menjadi renggang.
Komitmen yang tidak sepenuhnya
Menjalani hubungan tanpa niat yang jelas untuk bertahan, seolah menunggu pilihan yang lebih baik, juga termasuk bentuk ketidaksetiaan. Sikap ini bisa membuat pasangan merasa tidak benar-benar dihargai.
Berpihak pada orang lain saat konflik
Lebih membela orang lain dibanding pasangan ketika terjadi masalah dapat menciptakan jarak emosional. Hal ini membuat pasangan merasa tidak didukung dan kehilangan rasa aman dalam hubungan.
Demikian ulasan mengenai jenis selingkuh nonfisik dalam hubungan yang bisa terjadi. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.