Soal Zaghrouta! Sabrina Carpenter Dituding Islamofobia, Ini Klarifikasinya

JAKARTA – Penyanyi Sabrina Carpenter, akhirnya buka suara setelah dirinya sempat menuai kritik pedas dari netizen di media sosial. Pelantun hits Espresso ini dituding bersikap insensitif hingga dicap Islamofobia gara-gara reaksinya terhadap sebuah sorakan khas budaya Arab, Zaghrouta.

Kejadian ini bermula ketika sebuah video viral memperlihatkan reaksi Sabrina yang tampak bingung dan memberikan komentar sarkas saat mendengar sorakan tersebut dari arah penonton. Hal ini memicu kekecewaan dari sebagian penggemar, termasuk sebuah akun yang menyebut tindakannya tidak sopan terhadap ekspresi budaya.

Sadar namanya menjadi perbincangan hangat di platform X (dahulu Twitter), Sabrina Carpenter segera memberikan klarifikasi. Melalui akun resminya, ia menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di atas panggung.

"Permohonan maaf saya, saya tidak melihat orang tersebut dengan mata kepala saya sendiri dan tidak bisa mendengar dengan jelas," tulis Sabrina mengawali penjelasannya dikutip VOI, Minggu, 12 April.

Ia menegaskan bahwa reaksinya saat itu murni karena kebingungan dan sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung pihak mana pun.

"Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan tidak berniat buruk. Seharusnya saya bisa menanganinya dengan lebih baik!" tambahnya.

Dalam unggahan yang sama, Sabrina mengaku kini telah memahami makna di balik sorakan unik tersebut. Ia bahkan menyatakan keterbukaan bagi para penggemar untuk mengekspresikan kegembiraan mereka dengan cara budaya masing-masing di konser-konser berikutnya.

"Sekarang saya tahu apa itu Zaghrouta! Saya menyambut semua sorakan dan yodel (teknik vokal) mulai sekarang dan seterusnya," tutup Sabrina dengan nada positif.

Bagi yang belum familiar, Zaghrouta adalah ekspresi budaya tradisional Arab yang dilakukan dengan menggetarkan lidah secara cepat untuk menghasilkan suara nada tinggi yang melengking. Berdasarkan catatan konteks yang ditambahkan pengguna di X, Zaghrouta merupakan ekspresi kegembiraan pra-Islam yang digunakan oleh masyarakat Arab lintas agama, baik Kristen maupun Muslim, dalam berbagai perayaan.

Langkah cepat Sabrina dalam memberikan klarifikasi dan kerendahan hatinya untuk belajar mengenai budaya baru mendapat apresiasi dari banyak penggemar.

Banyak yang menilai bahwa ketidaktahuan bukan berarti kebencian, dan kejujuran Sabrina menjadi poin penting dalam menjaga hubungan dengan para fans globalnya.