Misi Artemis II NASA Catatkan Capaian Baru, Astronot Berhasil Terbang Jauh

YOGYAKARTA – Badan antariksa Amerika Serikat NASA mendapat sorotan setelah meluncurkan Misi Artemis II. Misi tersebut merupakan kelanjutan dari Artemis I yang diluncurkan pada tahun 2022. Misi kedua kali ini dinilai menjadi perjalanan luar angkasa terjauh yang melibatkan manusia sebagai penumpang roket.

Misi Artemis II

Misi Artemis II adalah perjalanan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA. Misi ini melibatkan astronot dari Amerika yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch. Selain itu ada pula astronot dari Badan Antariksa Kanada (CSA) yang bernama Kanada Jeremy Hansen. Para astronot tersebut dikirim ke luar angkasa dengan pesawat antariksa Orion.

Misi kali ini NASA mendorong Orion oleh Roket SLS (Space Launch System) yang dilakukan dari Pusat Antariksa Kennedy pada hari Kamis, 2 April waktu Indonesia. Setelah peluncuran terjadi kapsul Orion bernama ‘Integrity’ didorong hingga ke orbit Bumi yang lebih tinggi. Setelah dorongan itu dilakukan, kapsul akhirnya bisa terbang terpisah dan mandiri, lepas dari pendorongnya.

Dengan Orion, NASA berhasil menyelesaikan misi terbang melintas memutari Bulan dan berhasil mengatasi sisi terjauh dari Bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi. Dalam perjalanan antariksa tersebut astronot juga berhasil menyaksikan gerhana Matahari spesial karena fenomena tersebut hanya bisa disaksikan secara langsung dari luar angkasa.

Jarak penjelajahan yang berhasil ditempuh juga cukup panjang yakni sekitar 252.756 mil atau 406.771 kilometer dari Bumi. Perjalanan ini langsung memecahkan rekor dan mengalahkan catatan Apollo 13 yang dijalankan pada tahun 1970.

Meski dianggap sukses, Misi Artemis II akan dilanjutkan hingga Artemis IV yang rencananya akan dilakukan di tahun 2028. Misi tahun tersebut disebut akan menargetkan astronot agar bisa mendarat di kutub selatan di Bulan.

Itulah informasi terkait Misi Artemis II. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.