Rusia Salahkan AS dan Israel karena Menghambat Normalisasi Hubungan Iran dengan Negara Tetangga
JAKARTA - Rusia pada Hari Selasa menyalahkan Amerika Serikat dan Israel karena berupaya menghambat upaya normalisasi hubungan antara Iran dengan negara-negara tetangganya, dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengkritik Presiden Donald Trump karena mengatakan Ia "tidak tertarik pada hukum internasional."
"Apa yang sekarang kita amati dalam hubungan di kawasan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel berupaya mencegah normalisasi hubungan antara Iran dan negara-negara tetangganya dan bahkan berupaya 'menghasut' anggota Dewan Kerja Sama Teluk untuk melawan Iran," kata Menlu Lavrov dalam pertemuan Dewan Urusan Internasional Rusia di Moskow, dilansir dari Anadolu (1/4).
Lebih lanjut Menlu Lavrov mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan "pelanggaran berat terhadap hukum internasional," dan mengingatkan bahwa dua hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Ia tidak tertarik pada hukum internasional.
Menurut diplomat senior tersebut, konflik saat ini merupakan perebutan posisi terdepan di dunia.
Menlu Lavrov mengatakan, ia mengadakan konferensi video dengan para menteri luar negeri Dewan Kerja Sama Teluk pada Hari Senin, yang berlangsung lebih dari dua jam.
Beberapa negara bersikeras Iran "hanya menunggu alasan untuk menyerang mereka," kata Menlu Lavrov, seraya mencatat Moskow secara tegas tidak setuju dengan penilaian ini.
Rusia menganggap penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tidak dapat diterima, katanya, menyerukan penghentian segera agresi AS dan Israel terhadap Iran.
Menlu Lavrov mengatakan, Moskow bersedia membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah dalam menyelesaikan situasi melalui jalur diplomatik.
Baca juga:
- Kecam UU Baru Israel, Indonesia: Pelanggaran Hukum HAM dan Humaniter
- Kepala UNRWA Ungkap Penderitaan Warga Gaza Terus Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata
- Indonesia Minta Dewan Keamanan PBB Tegas, Dubes Umar: Tidak Boleh Ada Serangan Lagi
- Indonesia Minta Jenazah Prajurit TNI yang Tewas di Lebanon Dipulangkan dengan Cepat, Aman dan Bermartabat
"Rusia mendukung penghentian segera agresi AS dan Israel terhadap Iran. Kami menganggap penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tidak dapat diterima, di mana pun itu berada, baik di Iran maupun di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk," jelasnya.
"Bisa dikatakan bahwa kita sedang berada di tengah-tengah restrukturisasi tatanan dunia, yang diharapkan akan mengarah pada pembentukan dunia multipolar yang stabil dan adil. Namun untuk saat ini, restrukturisasi ini lebih terlihat seperti kehancuran, dalam setiap arti kata," katanya.
Ia menambahkan: "Secara keseluruhan, perebutan posisi kepemimpinan di dunia baru sedang berlangsung dengan sangat serius—perebutan hidup dan mati. Kita melihat ini hampir setiap hari."