Sekjen PBB Tunjuk Diplomat Veteran Prancis Sebagai Utusan untuk Perang di Timur Tengah
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Rabu menunjuk diplomat veteran Prancis Jean Arnault sebagai utusan pribadinya untuk perang di Timur Tengah yang disebutnya "di luar kendali" dan dunia sedang menghadapi ancaman peran yang lebih luas."
Sekjen Guterres mengatakan kepada wartawan, ia telah menjalin kontak erat dengan banyak pihak di kawasan tersebut dan di seluruh dunia, mengungkapkan sejumlah inisiatif untuk dialog dan perdamaian sedang berlangsung.
Ia mengatakan, inisiatif-inisiatif ini harus berhasil, memperingatkan penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan mencekik pergerakan minyak, gas dan pupuk pada saat kritis dalam musim tanam global.
"Sudah saatnya untuk berhenti menaiki tangga eskalasi – dan mulai menaiki tangga diplomasi," katanya di markas besar PBB di New York, melansir Al Arabiya dari Reuters (26/3).
Arnault adalah utusan pribadi Kepala PBB untuk Afghanistan dan isu-isu regional pada tahun 2021, dikutip dari Anadolu
Ditanya tentang detail peran Arnault, Sekjen PBB mengatakan ia "akan melakukan segala upaya untuk mendukung semua upaya mediasi, semua upaya perdamaian, untuk berhubungan dengan semua pihak" di Timur Tengah.
Baca juga:
PBB mengatakan Arnault memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam diplomasi internasional yang berfokus pada penyelesaian perdamaian dan mediasi, dengan latar belakang misi PBB di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Latin.