JAKARTA - Amerika Serikat telah menghancurkan dua pertiga fasilitas produksi rudal dan drone Iran, serta proporsi yang serupa dari produksi angkatan lautnya, kata seorang perwira tinggi pada Rabu.
Dalam video yang diunggah di X, Komandan Komando Pusat AS (US CENTCOM) Laksamana Brad Cooper, juga memperkirakan 92 persen kapal terbesar Angkatan Laut Iran telah rusak atau hancur.
"Dan penilaian operasional saya adalah bahwa mereka kini telah kehilangan kemampuan untuk secara signifikan memproyeksikan kekuatan dan pengaruh angkatan laut di kawasan ini dan di seluruh dunia," katanya, melansir Anadolu (26/3).
Dengan perang yang kini memasuki pekan keempat, Laksamana Cooper menambahkan "kami tetap sesuai rencana atau bahkan di depan rencana dalam mencapai tujuan yang sangat jelas" untuk perang yang dilancarkan bersama Israel.
"Kami telah merusak atau menghancurkan lebih dari dua pertiga fasilitas produksi rudal, drone, dan angkatan laut Iran serta galangan kapal, dan kami belum selesai," klaimnya, sambil menambahkan pasukan AS telah menyerang lebih dari 10.000 sasaran militer.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran dalam kampanye yang disebut Operation Epic Fury (versi AS) atau Operation Roaring Lion (versi Israel) sejak 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas serangan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal ke sasaran di seluruh Teluk hampir setiap hari.
BACA JUGA:
Namun, Laksamana Cooper mengatakan tingkat peluncuran drone dan rudal Iran telah turun sebesar 90 persen, dan "kami juga telah menghilangkan kemampuan rezim tersebut untuk membangun kembali fasilitas-fasilitas tersebut."