Charlie Puth Ungkap Tekanan Mental Saat Bawakan Lagu Kebangsaan AS di Panggung Super Bowl

JAKARTA - Charlie Puth menyampaikan pengakuan mengenai tekanan mental dan teknis vokal yang ia hadapi ketika tampil dalam Super Bowl LIX yang berlangsung Februari lalu.

Ketegangan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Puth mengemban tugas berat membawakan lagu kebangsaan AS, “The Star-Spangled Banner”, sebuah lagu yang secara konsisten ia sebut sebagai komposisi paling sulit untuk ditaklukkan oleh penyanyi mana pun.

Puth membedah secara teknis mengapa lagu kebangsaan Amerika Serikat karya Francis Scott Key itu memiliki tantangan musikal yang begitu besar.

Menurutnya, struktur lagu tersebut penuh dengan dinamika emosional yang sangat kompleks namun harus tetap terdengar mengalir bagi pendengar awam.

"Lagu itu adalah ketegangan dan pelepasan yang konstan. Dengarkan saja, ada perpindahan dari akor mayor ke akor minor secara terus-menerus,” kata Puth saat tampil dalam episode terbaru Hot Ones.

“Lagunya memiliki melodi yang melambung tinggi, dan saat Anda memasukkannya ke dalam birama 4/4, itu benar-benar luar biasa," sambungnya.

Menariknya, Puth juga mengungkap rahasia di balik aransemen yang ia bawakan saat itu. Sebagai putra daerah New Jersey, ia menyelipkan penghormatan khusus bagi Whitney Houston, yang juga berasal dari wilayah yang sama.

Melalui unggahan di akun X miliknya, ia mengonfirmasi bahwa penampilannya sengaja dirancang untuk membangkitkan memori indah atas versi ikonik Houston pada tahun 1991.

"Saya menulis aransemennya dengan cara yang sangat spesifik untuk menghormati Whitney Houston. Saya harap pesan itu terdengar sampai ke penonton," tulis musisi 34 tahun itu.

Selain membahas soal teknis vokal, Puth yang baru-baru ini didapuk sebagai Chief Music Officer untuk perusahaan teknologi musik berbasis AI, Moises, turut memberikan pandangannya mengenai masa depan industri pop.

Ia merasa optimis dengan hilangnya "penjaga gerbang" di industri musik yang selama ini sering mendikte kreativitas artis.

"Saya menyukai fakta secara logistik bahwa tidak ada lagi orang yang memberi tahu Anda lagu apa yang harus dinyanyikan agar bisa diputar di radio atau Spotify. Sekarang, lagu terbaiklah yang menang, dan itulah yang selalu saya inginkan," pungkasnya.

Puth juga menegaskan bahwa musik pop akan terus berekspansi melalui pengaruh budaya hip-hop. Ia mencontohkan bagaimana kolaborasi lintas genre, seperti Katy Perry dengan Juicy J, telah membentuk lanskap musik modern.