Bagikan:

JAKARTA - National Football League (NFL) atau Liga Sepak Bola Nasional di AS, secara tegas membela keputusan mereka menunjuk Bad Bunny sebagai penampil utama dalam Halftime Show Super Bowl mendatang.

Komisioner Roger Goodell menyatakan sikap teguh NFL di tengah gelombang protes dari sejumlah politisi konservatif terkemuka. Ia memastikan superstar asal Puerto Riko itu tampil pada Februari 2026.

"Dia adalah salah satu penghibur terdepan dan paling populer di dunia. Itulah yang kami coba capai,” kata Goodell, dikutip CBS Sports via NME, Jumat, 24 Oktober.

Goodell menambahkan, panggung Halftime Show Super Bowl merupakan panggung penting. Ia juga menekankan bahwa acara tersebut adalah elemen penting untuk nilai hiburan, di mana pemilihan Bad Bunny telah dipikirkan dengan cermat.

"Saya rasa kami tidak pernah memilih artis tanpa adanya kritik atau reaksi keras,” tambahnya.

Adapun Bad Bunny, yang memiliki nama asli Benito Ocasio, diumumkan sebagai penampil utama Halftime Show Super Bowl pada September lalu.

Penunjukan Bad Bunny memicu kecaman dari politisi konservatif. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyebut langkah tersebut gila dan mengklaim belum pernah mendengar tentang rapper 31 tahun itu.

Organisasi sayap kanan Turning Point USA, yang didirikan oleh mendiang Charlie Kirk, bahkan mengumumkan 'All American Halftime Show' tandingan, dengan daftar penampil dan program yang akan segera diumumkan.

Namun di samping itu, Jay-Z yang menjabat sebagai ahli strategi musik NFL melalui kemitraan labelnya Roc Nation dengan liga, membela rencana penampilan Bad Bunny yang akan menggunakan bahasa Spanyol sepenuhnya.

"Apa yang telah dan terus dilakukan Benito untuk Puerto Riko benar-benar menginspirasi. Kami merasa terhormat memiliki dia di panggung terbesar dunia,” ujar Jay-Z.

Di sisi lain, legenda musik Carlos Santana membantah rumor viral yang menyebut ia menentang penunjukan Bad Bunny untuk Halftime Show Super Bowl 2026.