Harley-Davidson Terus Merugi, Ribuan Pekerja Terancam PHK
JAKARTA – Dewan direksi Harley-Davidson menghadapi tekanan besar setelah perusahaan mencatatkan kerugian bersih signifikan pada kuartal yang berakhir 31 Desember 2025. Penurunan performa ini membuat pendapatan perusahaan merosot hingga 28 persen dan memicu langkah efisiensi besar-besaran yang berdampak langsung pada ribuan pekerja.
Dikutip dari Visordown, Senin 16 Februari, CEO Artie Starrs yang baru menjabat sejak Agustus 2025 kini harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan. Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah pemangkasan biaya operasional hingga 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun.
Langkah tersebut mencakup pengurangan jumlah tenaga kerja dalam skala besar. Meski manajemen belum mengumumkan angka pasti, kebijakan efisiensi ini diperkirakan berdampak pada ribuan pekerja di berbagai lini, mulai dari manufaktur hingga korporasi.
Starrs menyatakan bahwa struktur biaya dan kapasitas produksi Harley-Davidson saat ini tidak lagi sejalan dengan permintaan pasar yang menurun. Perusahaan selama ini beroperasi dengan kapasitas yang dirancang untuk volume penjualan jauh lebih tinggi dibanding kondisi aktual.
“Kami sedang melakukan tinjauan menyeluruh terhadap basis biaya dan pengeluaran operasional kami, dengan dukungan dari spesialis pihak ketiga,” ujar Starrs.
Ia menegaskan bahwa ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan harus segera diperbaiki agar perusahaan tidak terus menanggung beban biaya berlebih. Namun, keputusan tersebut membawa konsekuensi sosial yang besar, terutama bagi karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil.
Baca juga:
Industri powersports secara umum memang tengah menghadapi tantangan berat. Tingginya suku bunga, melemahnya daya beli, serta ketidakpastian geopolitik membuat konsumen menunda pembelian barang-barang premium seperti motor gede.
Bagi Harley-Davidson, restrukturisasi dan PHK menjadi langkah yang dinilai tak terhindarkan demi menjaga kelangsungan bisnis. Namun, dampaknya terhadap ribuan pekerja menjadi sisi lain dari upaya penyelamatan perusahaan legendaris tersebut. Ke depan, efektivitas strategi ini akan menentukan apakah Harley-Davidson mampu bangkit atau justru semakin tertekan di tengah gejolak pasar global.