Tempat Terkering di Bumi: Gurun Atacama, Lanskap Mirip Mars di Chili

YOGYAKARTA - Pernahkah Anda membayangkan seperti apa rasanya berdiri di tempat terkering di Bumi, di mana beberapa wilayahnya bahkant tak pernah tersentuh hujan selama ratusan tahun? Tempat di mana tanahnya begitu kering hingga hampir tak memberi ruang bagi kehidupan. Itulah Gurun Atacama.

Jika Anda familiar dengan gambaran Planet Mars (kering, berdebu, dan berwarna kemerahan), maka Anda sudah punya bayangan tentang Gurun Atacama. Namun di balik predikatnya sebagai tempat terkering di Bumi, tersimpan keindahan yang tidak terduga. Penasaran? Berikut pembahasannya.

Gurun Atacama: Tempat Terkering di Bumi, Kehidupan, dan Keindahannya

Gurun Atacama terletak di bagian utara Chili, Amerika Selatan. Dilansir dari NDTV, gurun ini memiliki medan yang terjal, terdiri dari puncak gunung berapi, dataran garam, ngarai, bukit pasir yang berwarna-warni, dan dataran berbatu.

Gurun Atacama membentang lebih dari 4.800 kilometer persegi dan hampir tidak menyimpan jejak air. Pegunungan Andes dan Pegunungan Pesisir mengelilinginya, sehingga awan hujan sulit masuk ke wilayah ini. Akibatnya, Atacama telah mengalami kondisi kering ekstrem selama sekitar 10 hingga 15 juta tahun.

Beberapa bagian Gurun Atacama bahkan tidak pernah diguyur hujan selama lebih dari 400 tahun. Catatan menunjukkan tidak ada hujan sama sekali antara tahun 1570 hingga 1971 di wilayah tertentu. Di area lain, curah hujan hanya berkisar 0,01 hingga 0,04 inci per tahun menurut data NASA.

Kondisi ini membuat Atacama menjadi fokus penelitian ilmiah dunia. Para peneliti mempelajari tanahnya untuk mengetahui seberapa sedikit air yang dibutuhkan agar kehidupan dapat bertahan. Studi ini penting karena digunakan sebagai analog untuk memahami kemungkinan kehidupan di Mars.

Dalam laporan NASA yang diterbitkan pada April 2022, disebutkan bahwa tanah di inti Gurun Atacama adalah yang paling mirip Mars di Bumi. "Tanah di wilayah inti Atacama yang sangat kering tampaknya merupakan tanah yang paling tidak bernyawa dan paling mirip Mars di Bumi," kata seorang peneliti.

Jika Anda menjelajahi gurun lain, Anda masih akan menemukan cyanobacteria (mikroorganisme fotosintetik hijau) yang hidup di bebatuan atau di bawah batu. Tetapi bahkan cyanobacteria pun tidak ada di Gurun Atacama.

Meski begitu, Gurun Atacama tidak sepenuhnya mati. Beberapa wilayah tertentu masih menyimpan kehidupan mikro yang luar biasa adaptif. Fakta ini justru menambah nilai ilmiah kawasan ekstrem tersebut.

Menurut laporan Times of India, pada tahun 2018, ilmuwan dari Washington State University menemukan bakteri unik di Gurun Atacama. Bakteri ini mampu bertahan hidup dalam kondisi dorman selama puluhan tahun tanpa air. Ketika monsun datang dan tanah menjadi lembap, bakteri tersebut kembali aktif dan bereproduksi.

Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam studi astrobiologi. Jika kehidupan bisa bertahan di Atacama, para ilmuwan percaya Mars pun mungkin memiliki peluang serupa.

Gurun Atacama di Chili bukan hanya tempat yang dapat dikunjungi para ilmuwan. Gurun ini juga sering dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin merasakan ekosistem seperti Mars di Bumi.

Jika tertarik, Anda dapat berkemah di Taman Nasional Nevado Tres Cruces, tetapi Anda harus membawa botol air. Kemudian, Anda bisa mendaki ke laguna Santa Rosa dan Negro Francisco. Dari sana, Anda dapat menyaksikan gunung berapi Nevado Ojos del Salado dan puncak-puncak yang menjulang tinggi.

Lanjutkan perjalanan hingga sampai di San Pedro de Atacama, paru-paru hijau gurun, sebuah kota kecil di tepi Sungai Loa tersebut yang dikelilingi pepohonan karob. Tak jauh dari sana, Geyser El Tatio menyuguhkan ladang geyser terbesar di Amerika Selatan. Di balik predikat tempat terkering di bumi, Gurun Atacama ternyata menyimpan panorama menakjubkan yang sayang untuk dilewatkan.

Selain pembahasan Gurun Atacama sebagai tempat terkering di Bumi, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!