Kuota Pertalite 2026 Dipatok Turun Menjadi 29,2 Juta KL
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menetapkan kuota penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) atau solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tahun 2026.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan terjadi penurunan kuota untuk tahun 2026 jika dibandingkan tahun 2025. Ia merinci, kuota Pertalite pada 2026 dipangkas menjadi sebesar 29.267.947 kilo liter (KL) jika dibandingkan dengan kuota nasional 2025 yang sebesar 31.230.017 KL.
Sementara itu kuota solar ditetapkan sebesar 18.636.500 KL jika dibandingkan tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 18.885.000 kiloliter.
"Minyak solar 18.636.500 KL, kemudian JBKP Pertalite 29.267.947 KL," ujar Wahyudi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa, 27 Januari.
Adapun kuota minyak tanah atau kerosene tahun 2026 ditetapkan sebesar 526.000 kiloliter. Angka ini sedikit meningkat dibanding kuota 2025 yang sebesar 525.000 kiloliter.
Baca juga:
"Kemudian untuk pengawasan operasional BBM satu harga kami overall target 71 lembaga penyalur dan dijumlahkan menjadi 654 lembaga penyalur," kata
Lebih lanjut Wahyudi juga mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembangunan ruas transmisi dan distribusi gas bumi secara kumulatif sebanyak 22.868 km.
Sementara untuk volume pengangkutan dan niaga gas bumi melalui pipa, BPH Migas juga menargetkan sebanyak 1,51 miliar MSCF.
"Selanjutnya PNBP BPH Migas pnbp kami targetkan Rp1,2 triliun," tandas Wahyudi.