Awal 2026, 70 Ruas Jalan di Jakarta Rusak Akibat Terendam Banjir

JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat telah menangani puluhan ruas jalan yang mengalami kerusakan pascagenangan selama Januari 2026. Penanganan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat serta hasil pemantauan langsung petugas di lapangan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, laporan kondisi jalan diterima melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi CRM, media sosial, laporan langsung warga, hingga penyisiran rutin oleh Satuan Petugas (Satgas) Bina Marga di lima kota administrasi.

Berdasarkan data hingga 21 Januari 2026, Bina Marga telah melakukan penanganan di 70 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Ruas jalan tersebut mencakup jalan arteri hingga jalan lokal.

"Telah dilakukan penanganan di 70 ruas jalan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta di antaranya Jalan MT Haryono, Jalan Daan Mogot, Jalan S. Parman, Flyover Jatinegara dan beberapa jalan lokal di seluruh wilayah DKI Jakarta," kata Siti kepada wartawan, Senin, 26 Januari

Siti menjelaskan, penanganan yang dilakukan saat ini bersifat sementara dengan menutup lubang jalan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Perbaikan permanen akan dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

"Penanganan yang telah dilakukan saat ini adalah melakukan tutup lubang yg bersifat sementara untuk keamanan pengguna jalan. Kemudian penanganan secara permanen akan kami lakukan setelah kondisi cuaca mendukung," ucapnya.

Sementara itu, data kerusakan jalan yang terjadi mulai 22 Januari 2026 masih dalam proses pengumpulan. Di saat yang sama, petugas tetap melakukan tindak lanjut perbaikan di lapangan.

Menurut Siti, penanganan melibatkan Unit Peralatan dan Perbekalan Dinas Bina Marga, Suku Dinas Bina Marga di lima kota administrasi, serta Satuan Pelaksana Bina Marga tingkat kecamatan.

"Seluruh jajaran Dinas Bina Marga terbuka terhadap laporan masyarakat, dan mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga infrastruktur Jakarta," tutur Siti.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di Jakarta yang rusak dan berlubang usai diguyur hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kerusakan tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ali menilai, jalan berlubang, genangan air, hingga aspal yang terkelupas kerap muncul setelah hujan dan sering kali luput dari penanganan cepat. Kondisi ini disebut paling berisiko bagi pengendara sepeda motor.

"Setiap habis hujan, banyak jalan berlubang, tergenang, bahkan aspal terkelupas. Ini bukan persoalan sepele. Sudah terlalu sering kita dengar warga jatuh, kecelakaan, bahkan sampai ada korban luka serius," ungkap Ali kepada wartawan.

Ia meminta Pemprov DKI Jakarta melalui dinas terkait tidak menunggu laporan viral atau adanya korban untuk melakukan perbaikan. Ali menekankan penanganan harus dilakukan segera setelah kerusakan terdeteksi.

"Saya minta Pemprov DKI Jakarta melalui dinas terkait harus bergerak cepat, tidak menunggu laporan viral atau korban berjatuhan baru bertindak," jelasnya.

Ali juga menyoroti pola perbaikan jalan yang selama ini dinilai masih bersifat reaktif dan tambal sulam. Ia menilai pendekatan tersebut tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, terutama saat memasuki musim hujan.

"Perbaikan jalan harus bersifat cepat, responsif, dan menyeluruh. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," cecar Ali.