Ammar Zoni Disebut Punya 3 'Asisten' di Rutan, Urus Makan hingga Perlengkapan Ibadah

JAKARTA – Sisi lain kehidupan aktor Ammar Zoni selama mendekam di balik jeruji besi terungkap dalam persidangan terbaru di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mantan suami Irish Bella tersebut ternyata memiliki tim khusus yang mengurus segala keperluan pribadinya selama 24 jam penuh di dalam rumah tahanan (rutan).

Hal ini terungkap lewat kesaksian Muhammad Pebri, salah satu rekan satu sel Ammar Zoni yang hadir sebagai saksi. Di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pebri membeberkan bahwa Ammar kini jauh lebih religius, namun rutinitas ibadahnya itu tak lepas dari bantuan orang-orang di sekelilingnya.

Dalam keterangannya, Pebri mengaku bertugas menyiapkan segala kebutuhan ibadah Ammar Zoni. Mulai dari pakaian hingga perlengkapan sholat.

"Setiap Bang Amar ke masjid beribadah, saya yang siapkan. Bang Amar mau sholat, saya siapkan baju kokonya, kopiahnya, sajadahnya, segala macam," ujar Pebri, Kamis, 22 Januari.

Mendengar pengakuan tersebut, JPU sempat mempertanyakan status Pebri, apakah ia merupakan 'tamping' (tahanan yang membantu petugas rutan) atau bukan. Pebri menjelaskan bahwa posisinya bukan tamping, melainkan 'korpe'.

"Bukan tamping, jadi 'korpe' lah Bu. Seperti semacam asisten," jelasnya.

Pebri menjelaskan, layanan "asisten" ini tidak dilakukan oleh Pebri seorang diri. Ia mengungkapkan ada tiga orang yang berbagi tugas untuk memastikan kamar dan kebutuhan Ammar Zoni terpenuhi setiap saat.

Pebri menyebutkan dua nama lainnya, yakni Black dan Jaya. Mereka bertiga bekerja secara bergantian atau sistem shift selama 24 jam penuh.

"Tiga orang yang gantian, Bu. Saya, Black, sama Jaya. Ada shift-nya," ungkap Pebri.

Adapun tugas mereka meliputi berbagai hal, mulai dari membersihkan kamar, mencuci perlengkapan makan, hingga menyediakan alat mandi bagi sang aktor.

Saat disinggung mengenai bayaran atas jasanya tersebut, Pebri mengaku tidak menerima upah berupa uang secara langsung. Ia menyebut tindakannya tersebut didasari oleh inisiatif untuk membantu sesama penghuni kamar.

Sebagai imbalannya, Pebri dan rekan-rekannya mendapatkan kemudahan akses makanan dan fasilitas kenyamanan lainnya selama di dalam sel.

"Ya namanya sekadar nempatin diri di situ ya Bu, ya kita dikasih makan gratis segala macam. Membantu dan inisiatif lah Bu," pungkasnya.