Kia Siapkan EV1 sebagai Calon Picanto Listrik untuk Pasar Eropa

JAKARTA - Pasar mobil listrik perkotaan berukuran kecil di Eropa terbukti menjanjikan, selama produknya menarik dan tetap terjangkau. Renault 5 E-Tech menjadi salah satu model listrik terlaris di benua tersebut sepanjang 2025.

Hal tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa segmen B bergaya hatchback masih punya daya tarik besar. Namun dominasi Renault itu diprediksi tak akan berjalan mulus karena segmen ini mulai dipenuhi pesaing baru.

Kia pun disebut tengah mempertimbangkan masuk ke kelas mobil listrik kota lewat model yang kemungkinan diberi nama EV1. Mobil hatchback kompak itu akan diposisikan di bawah Kia EV2 dalam jajaran kendaraan listrik mereka.

Sinyal ini menguat setelah sambutan positif terhadap model-model mungil di Eropa, termasuk antusiasme terhadap Renault Twingo generasi baru. Saat ini, model listrik terkecil Kia adalah EV2 yang bergaya crossover.

Dimensinya lebih tinggi dan lebih besar, namun masih masuk kategori segmen B atau supermini dalam istilah pasar Eropa. Dengan begitu, Kia memiliki ruang untuk menghadirkan model yang lebih kecil lagi, dengan fokus utama sebagai kendaraan dalam kota.

Kepala pemasaran Kia Eropa David Hilbert, mengonfirmasi kepada Autocar bahwa pihaknya sedang mempelajari prospek pasar tersebut. Di mana, bisa melahirkan mobil yang mirip Picanto versi elektrik.

“Seluruh industri sedang mencari cara untuk membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses. Tentu saja kami juga melakukan hal itu. Kami akan terus mencari peluang yang ada dan, jelas, disebut EV2 karena suatu alasan,” ujar Hilbert dilansir Insideevs, Kamis, 22 Januari.

Penamaan EV2 dinilai sengaja dipilih untuk membuka jalan bagi EV1 yang lebih kecil, sekaligus berpotensi lebih murah. Kuncinya ada pada ukuran baterai yang lebih ringkas.

Jika EV2 memiliki opsi baterai jarak jauh dengan kemampuan hingga hampir 450 km (WLTP), jarak sejauh itu dianggap tidak selalu diperlukan untuk kendaraan yang sebagian besar beroperasi di area perkotaan. Meski begitu, Hilbert mengakui rencana EV1 belum final dan menyinggung segmen A sebagai area yang masih dipelajari dengan serius.

“Dalam jangka panjang, kami terus mempelajari segmen A. Picanto masih merupakan model penting bagi kami, dan kami terus memiliki volume penjualan yang sangat penting dari model tersebut,” kata dia.

Peluang EV1 bisa makin terbuka jika Kia mampu menyesuaikan produk dengan kategori mobil listrik murah Uni Erop. Jika aturan baru tersebut memungkinkan pengurangan beberapa fitur keselamatan aktif untuk menekan harga, maka produsen bisa menjual mobil listrik murah yang lebih kompetitif ketimbang standar sebelumnya.

Uni Eropa disebut akan merilis regulasi tersebut pada akhir Januari, dan setelahnya pabrikan akan menentukan langkah. Kepala produk dan penetapan harga Kia Eropa Alex Papapetropoulos, menyebut perusahaannya memantau ketat perkembangan itu.

“Kia memperhatikan dengan saksama apa yang dilakukan Uni Eropa. Saya tidak khawatir, karena kami memiliki perangkat dalam rencana produk kami yang memungkinkan kami untuk menyesuaikan dan beradaptasi dengan apa pun yang akan diumumkan," ucapnya.

Saat ini, Renault 5 masih menjadi raja di segmennya. Kompetitor yang sudah meramaikan pasar antara lain Hyundai Inster, BYD Seagull, Leapmotor T03, Dacia Spring, Citroën ë-C3, Fiat Grande Panda EV, hingga Kia EV2 sendiri.

Ke depan, persaingan dipastikan semakin ketat karena Renault akan menghadirkan Twingo E-Tech. Lalu Dacia menyiapkan EV baru yang lebih murah, Hyundai dikabarkan menyiapkan model yang mungkin bernama Ioniq 2, sementara Volkswagen disebut bersiap meluncurkan ID. Polo dan ID. Cross.