PM Spanyol Umumkan Tiga Hari Berkabung Usai Tabrakan Kereta Cepat

JAKARTA - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Hari Senin mengumumkan tiga hari berkabung, menyusul tabrakan kereta cepat yang menewaskan setidaknya 39 orang tewas di Provinsi Cordoba selatan.

Lebih dari 100 orang lainnya juga terluka setelah dua kereta api berkecepatan tinggi bertabrakan di dekat Kota Adamuz, kata pihak berwenang pada hari Senin.

PM Sanchez mengumumkan tiga hari berkabung akan dimulai Senin malam dan berjanji pihak berwenang akan menyelidiki insiden tersebut hingga tuntas, menurut stasiun televisi RTVE.

"Kita akan menemukan kebenaran, kita akan mencari jawabannya, dan ketika kita mengetahuinya, kita akan mengumumkannya kepada publik dengan transparansi dan kejelasan mutlak," kata PM Sanchez, melansir Anadolu (19/1).

Sementara Komite Investigasi Kecelakaan Kereta Api dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Kecelakaan itu terjadi Minggu malam sekitar pukul 19.40 waktu setempat, ketika sebuah kereta yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, dan memasuki jalur kereta api yang berdekatan.

Hal ini menyebabkan kereta kedua yang menuju selatan dari Madrid ke Huelva juga tergelincir. Pihak berwenang regional mengatakan dua gerbong kereta Alvia jatuh ke lereng sedalam empat meter (13 kaki), mempersulit upaya penyelamatan, lapor El Pais.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan lima dari korban luka masih dalam kondisi kritis, sementara 24 lainnya, termasuk empat anak di bawah umur, mengalami luka serius. Lebih dari 120 orang mengalami luka ringan hingga sedang.

Layanan darurat mengerahkan sumber daya skala besar ke lokasi kejadian, termasuk unit perawatan intensif bergerak, ambulans, kendaraan logistik, dan pos medis untuk melakukan triase dan menstabilkan korban sebelum dipindahkan ke rumah sakit.

Sedangkan Unit Darurat Militer juga mengirimkan sekitar 40 personel dan 15 kendaraan untuk membantu operasi penyelamatan.

Presiden regional Andalusia Juan Manuel Moreno saat mengunjungi lokasi kecelakaan menyebutnya sebagai "hari yang sangat berat bagi Andalusia."

Ia mengatakan pihak berwenang akan memberikan angka yang lebih akurat setelah identifikasi selesai.

Sedangkan Menteri Transportasi Oscar Puente menyebut kecelakaan itu "sangat aneh", mencatat kecelakaan itu terjadi di bagian jalur lurus yang telah direnovasi pada Bulan Mei.

Ia mengatakan komisi independen akan menyelidiki apakah penyebabnya terkait dengan infrastruktur atau sarana perkeretaapian.

Imbas kecelakaan, lalu lintas kereta api antara Madrid dan beberapa Kota di Andalusia, termasuk Seville, Malaga, Cordoba dan Huelva, juga ditangguhkan pada Hari Senin.

Operator kereta api Renfe mengatakan lebih dari 130 layanan dibatalkan dan menawarkan perubahan dan pengembalian dana gratis kepada penumpang yang terkena dampak.

ADIF (Administrador de Infraestructuras Ferroviarias), pengelola infrastruktur kereta api Spanyol, mendirikan saluran bantuan untuk membantu keluarga korban.

Diketahui, Spanyol memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, ​​Seville, Valencia dan Malaga.

Salah satu bencana kereta api paling mematikan di negara itu terjadi pada tahun 2013, ketika kereta api berkecepatan tinggi yang berangkat dari Madrid ke Galicia tergelincir, menewaskan 79 orang dan melukai 179 lainnya.