Kejar Target Investasi Rp2.175 Triliun, BKPM Andalkan World Economic Forum

JAKARTA - Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Partisipasi Indonesia di WEF punya andil dalam peningkatan capaian penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI).

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengatakan WEF 2026 akan digelar pada 19 hingga 23 Januari dan akan dihadiri 3.000 peserta baik perusahaan global maupun pimpinan negara.

Kata Nurul, ajang tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun citra baik negara. Dengan tujuan untuk menunjukkan kapabilitas Indonesia sebagai destinasi penanaman modal.

“Indonesia ini negara besar dengan kekayaan yang luar biasa, tetapi juga punya stabilitas yang luar biasa. Itu yang selalu mereka cari,” kata Nurul dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 9 Januari.

Nurul menegaskan partisipasi aktif Indonesia di WEF memiliki kontribusi terhadap peningkatan FDI. Meskipun belum dapat merinci nilai pastinya, namun kehadiran Indonesia di Davos menjadi salah satu pengungkit capaian target investasi tahun ini sebesar Rp2.175 triliun.

“Tahun 2026 ini kami diberi target Rp2.100 triliun untuk realisasi investasi. Dan dimulai dengan kegiatan Davos ini,” ujarnya.

Nurul juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir di WEF 2026, namun hingga saat ini masih menunggu konfirmasinya. Sementara, Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani akan menjadi salah satu pembicara di WEF.

“Sekitar 30-an ya kepala negara yang juga diundang. Tapi kita enggak tahu yang sudah konfirmasi itu siapa saja. Sebenarnya termasuk presiden kita pun mendapat undangan. Artinya WEF melihat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan negara Indonesia ini untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi visi dari Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN bidang Hubungan Internasional, Bernardino Vega mengungkapkan pemerintah dan pelaku usaha yang berpartisipasi akan menyuarakan isu yang sama.

Lebih lanjut, Dino mengatakan, salah satu yang akan disuarakan pemerintah Indonesia adalah isu transisi energi, dengan harapan menjadi promosi untuk menarik investor luar negeri.

“Penting bahwa dunia ini mengenal narasi nasional itu ke apa, ke green investment, energy transition, carbon sequestration, dan green EV development, dan sebagainya. Jadi ini harus diberikan satu emphasis, satu fokus,” tuturnya.