Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, sebagai panggung perdana untuk memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke forum ekonomi dunia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengatakan, WEF tahun ini menjadi kesempatan pertama bagi pemerintah untuk mengenalkan Danantara sebagai salah satu sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia.

“Kami punya misi khusus untuk menyosialisasikan Danantara ini di forum WEF,” kata Nurul dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 9 Januari.

Nurul Ichwan mengatakan pemerintah akan memanfaatkan rangkaian diskusi dan pertemuan bilateral di Davos untuk mempromosikan Danantara sebagai SWF ketujuh terbesar di dunia.

“Sehingga mereka tahu bahwa Indonesia punya Sovereign Wealth Fund yang disampaikan dalam beberapa kesempatan oleh beberapa pihak sebagai Sovereign Wealth Fund ketujuh terbesar di dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Managing Director for Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief mengatakan forum WEF juga membuka ruang bagi Danantara untuk menjajaki kerja sama dan peluang investasi di luar negeri, selaras dengan mandat ekspansi global yang mulai dijalankan lembaga itu.

Menurut Arief, peran Danantara akan melengkapi agenda nasional Indonesia. BKPM fokus menarik modal masuk, sementara Danantara dan KADIN diarahkan menangkap peluang keluar negeri.

“Keberadaan mereka dalam satu atap nanti tentu kita akan manfaatkan secara strategis gitu. Dengan ensure pimpinan kita bertemu dengan mereka dan mengeksplore outbound investments itu,” tutur Arief.