Tutup Posko Sektor ESDM Nataru, BPH Migas Sebut Konsumsi Pertalite CS Naik 0,9 Persen

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menutup Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 hari ini, Senin, 5 Januari.

Ketua Satgas Nataru, Erika Retnowati mengatakan, secara keseluruhan, pada masa Posko tanggal 15 Desember 2025-5 Januari 2026, terdapat kenaikan dan penurunan penyaluran BBM terhadap rerata normal.

"Untuk Gasoline meningkat sebesar 0,9 persen, Gasoil turun 3,4 persen, Kerosin turun 6,2 persen dan avtur meningkat 5,5 persen," ujar Erika, Senin, 5 Januari.

Terkait kenaikan gasoline yang hanya sebesar 0,9 persen, Erika menjelaskan jika hal tersebut dikarenakan tren penggunaan kendaraan umum oleh masyarakat sehingga penggunaan kendaraan pribadi menurun.

Hal ini juga tercermin dari peningkatan penggunaan avtur sebesar 5,5 persen, banyak masyarakat yang bepergian dengan menggunakan moda transportasi udara. Di sisi lain, transportasi umum seperti kereta api juga dipenuhi oleh penumpan.

"Jadi untuk gasolin, mungkin tidak terlalu banyak, ada banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Kalo bis-bis kan pakai solar," sambung dia.

Ia menambahkan, tren penggunaan kendaraan listrik juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan konsumsi gasoline hanya meningkat sebesar 0,9 persen

"Karena kalau kita lihat peningkatan transaksi di SPKLU itu juga sangat tinggi, kalau gak salah sekitar 5 kali dari tahun lalu," jelas Erika.

Sementara itu dari sisi konsumsi elpiji, Erika menyebut rerata penyaluran elpiji pada periode Satgas Natal 2025 dan tahun baru 2026 mengalami kenaikan sebesar 10,6 persen dari sales normal.

Untuk sektor elpiji, penyaluran LPG dalam kondisi aman, disiagakan 40 terminal elpiji, 736 SPBBE, dan 6.634 agen elpiji.

"Coverage day stock LPG nasional berkisar antara 10 sampai 16 hari dengan rata-rata coverage days adalah 12,8 hari," tandas Erika.