Tren Baru Wisata Jepang, Turis Asing Kini Bisa Menitipkan Bayi Selama Liburan

JAKARTA - Jepang kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pariwisata. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, kini mulai berkembang layanan babysitting berbahasa asing yang ditujukan khusus bagi turis asing yang berlibur bersama bayi dan anak kecil.

Layanan ini menjadi solusi bagi keluarga wisatawan, terutama dari kalangan menengah ke atas, yang ingin menikmati pengalaman budaya Jepang yang sulit diakses jika membawa anak kecil, seperti bersantap di restoran kelas atas atau mengikuti aktivitas budaya tertentu.

Tak hanya sekadar menjaga anak, sejumlah penyedia layanan juga menawarkan program kegiatan edukatif dan pengalaman langsung bagi anak-anak. Dengan cara ini, orang tua dan anak dapat menikmati liburan dengan pengalaman yang berbeda namun sama-sama berkesan.

Salah satu wisatawan yang merasakan manfaat layanan ini adalah Kelvin Young, turis asal California, Amerika Serikat. Saat berkunjung ke Jepang bersama keluarganya pada akhir November lalu, ia menitipkan dua putrinya yang berusia lima dan dua tahun kepada seorang pengasuh di hotel tempat mereka menginap.

"Selama beberapa jam kami bisa menikmati makan malam di restoran sushi yang tidak ramah anak. Keesokan harinya, anak-anak kami dengan bangga menunjukkan hasil kerajinan yang mereka buat," ujar Young, dikutip dari laman Straits Times.

Layanan tersebut disediakan oleh Synk, perusahaan berbasis di Kamakura, Prefektur Kanagawa yang mempekerjakan pengasuh anak bersertifikat nasional dan fasih berbahasa Inggris, serta didukung tenaga perawat profesional.

Presiden Synk, Saya Sugahara, mengatakan layanan ini dirancang untuk memberi rasa aman bagi orang tua sekaligus pengalaman berharga bagi anak-anak.

"Dengan memberikan pengalaman khusus untuk anak-anak, kami ingin para orang tua dapat menikmati waktu mereka sendiri tanpa ragu atau rasa bersalah," kata Sugahara.

Sejak diluncurkan pada April lalu, Synk telah menerima lebih dari 50 permintaan layanan babysitting. Tarif yang ditawarkan mulai dari 54 ribu yen atau Rp5,7 juta untuk tiga jam pengasuhan, termasuk berbagai aktivitas anak yang disesuaikan dengan usia.

Selain pengasuhan di hotel, layanan ini juga mencakup kegiatan seperti jalan-jalan ringan, meditasi zen di kuil, hingga kunjungan ke taman kanak-kanak lokal Jepang.

Tren serupa juga diikuti oleh penyedia layanan pengasuhan anak besar lainnya di Jepang. Perusahaan Poppins yang berbasis di Tokyo meningkatkan perekrutan babysitter berbahasa asing, sementara Hotel Nagoya Marriott Associa kini menyediakan layanan pemesanan babysitter secara daring bagi tamu asing.

Berdasarkan data pemerintah Jepang, sebanyak 36,8 juta wisatawan asing mengunjungi Jepang sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 690 ribu wisatawan berusia empat tahun ke bawah. Kondisi ini mendorong industri pariwisata Jepang untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan keluarga wisatawan.

Dengan hadirnya layanan babysitting khusus turis asing, Jepang menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan pengalaman wisata yang ramah keluarga, aman, dan fleksibel bagi pengunjung dari berbagai negara.