Jokowi Tegaskan Kota Jakarta Seksi Bagi Investor dalam Sejarah Hari Ini, 28 Desember 2012

JAKARTA – Sejarah hari ini, 13 tahun yang lalu, 28 Desember 2012, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tegaskan Jakarta adalah kota yang seksi bagi investor. Kondisi itu membuat proyek pembangunan di Jakarta bisa bejibun. Apalagi, investor dianggap minati pembangunan monorel.

Sebelumnya, kehadiran Jokowi sebagai pemimpin Jakarta dianggap bawa harapan. Jokowi dipandang sebagai figur merakyat. Kondisi itu membuat Jokowi diyakini sebagai pemimpin yang mampu berdiri di atas semua golongan.

Kepemimpinan Jokowi sebagai Wali Kota Surakarta era 2005-2012 dibicarakan di seantero Indonesia. Jokowi dianggap berhasil memimpin Solo. Jokowi dengan ajiannya blusukan keluar masuk kampung mampu memetakan masalah yang dihadapi warganya.

Alhasil, Jokowi dinilai peduli dengan rakyat kecil. Segala macam keinginan rakyat kecil coba difasilitasinya. Bahkan kaum muda yang kritis coba dirangkulnya. Hasilnya banyak solusi jitu keluar untuk warga Solo.

Gema kesuksesan Jokowi pun membuatnya jadi sosok populer dalam peta politik nasional. Kondisi itu membuat partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) majukan Jokowi sebagai cagub dalam Pilgub DKI Jakarta 2012.

Narasi itu dianggap masuk akal, sekalipun PDIP tak banyak mendapatkan dukungan dari partai lainnya. PDIP pun memasangkan Jokowi dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap sosok yang mempuni. Apalagi, Ahok dikenal sebagai sosok antikorupsi.

Kepemimpinan keduanya diramalkan akan saling mengisi satu sama lain. Jokowi pun melakukan kampanye keluar masuk kampung. Jokowi pun bertanya kepada segenap warga terkait masalah yang dihadapi.

Ia mencoba mencatat segala keluhan warga. Alhasil, ajian itu banyak membawa warga Jakarta simpati ke Jokowi. Jokowi-Ahok lalu dapat memenangkan kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012. Mereka mengalahkan pasangan Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli. Jokowi pun jadi Gubernur DKI Jakarta.

“Jokowi dan Basuki barangkali memunculkan harapan bagi penduduk Jakarta: mereka akan memimpin Ibu Kota dengan lebih manusiawi. Ketika memimpin Kota Solo, Jokowi dikenal sangat humanis. Ia, misalnya, meminta Satuan Polisi Pamong Praja ‘mengandangkan’ pentungan dan pistol mereka.”

“Jokowi juga mampu memindahkan kawasan pedagang pasar tanpa gejolak. Ketika menjadi Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung, Basuki juga cukup membumi,” tertulis dalam laporan Majalah Tempo berjudulGubernur Baru Jakarta Lama(2012).

Ruas jalan Thamrin-Sudirman yang merupakan pusat bisnis Jakarta. (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Kepemimpinan Jokowi di Jakarta dianggap membawa perubahan. Jokowi pun mulai merumuskan segala macam kebijakan dan proyek besar yang akan hadir di Jakarta. Jokowi mencoba mencari cara supaya memajukan kepentingan orang banyak macam transportasi umum.

Jokowi pun ingin Jakarta dapat membangun monorel dan segala macamnya. Urusannya dana Jokowi tak pernah ambil pusing. Jokowi menganggap Jakarta itu kota seksi bagi investor pada 28 Desember 2012. Jokowi yakin bahwa segala macam pembangunan infrastruktur di Jakarta bisa dibangun.

Jokowi memandang investor telah banyak antre dalam mendanai proyek monorel. Namun, Jokowi tak ingin gegabah. Ia tak ingin sembangan menerima investasi. Ia ingin investor yang hadir bisa menunjukkan komitmennya dalam membangun.

“Jakarta itu seksi. Untuk investor itu banyak. Kalau yang kepingin-kepingin kan banyak, tapi kan harus ada yang dipaparkan ke saya," ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamanANTARA, 28 Desember 2012.